WAWANCARA EKSKLUSIF
Mengintip Aktivitas Politik Suryani Srikandi PKS Kepri
Kiprah politik Suryani setelah Pilkada Kepri kian bersinar. Bagaimana aktivitas politisi PKS ini?
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Nama Suryani tetap bersinar meski belum menjadi kepala daerah di Kepri.
Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kepri ini tetap melaksanakan aktivitas berkomunikasi bersama warga.
Ia pun dipercaya menjadi Ketua Kaukasus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Kepri.
Seperti diketahui, pada Pilkada Kepri 2020 lalu, ia maju bersama Isdianto.
Dalam Tribun Podcast edisi Rabu (29/9), Srikandi PKS Kepri ini berbagi ceritanya setelah Pilkada Kepri.
Berikut ini petikan wawancara eksklusifnya:
Baca juga: Suryani Kembali Pimpin KPPI Kepri hingga 2026
Baca juga: Kalah di MK, Suryani Hormati Putusan Hakim Soal Gugatan Pilkada Kepri: Kita sudah Berusaha
TB: Selamat sore bu, bagaimana kabarnya?
SY: Selamat sore juga untuk Tribunners. Alhamdulilah sehat, terima kasih dan salam sehat buat kita.
TB: Apa aktivitas ibu lakukan pasca pemilihan gubernur yang saat itu telah berakhir, ibu kemana dan apa yang ibu lakukan di tengah masyarakat?
SY: Ya kalau ditanya kemana sih, ya masih ada.
Alhamdulillah sehat walafiat dan karena kemarin beberapa bulan PPKM ya banyaknya kegiatan kita melalui online baik itu mengisi majelis taklim.
Mengisi pengajian ataupun kajian-kajian dan rapat sebagainya di beberapa kabupaten/kota. Bahkan di Minggu terakhir ini ada ke Karimun ke Bintan dan juga Tanjungpinang.
TB: Nah bicara terkait Kaukus Perempuan Politik Indonesia Provinsi Kepri, Ibu sudah pernah menjabat sebelumnya?
SY: Nah iya Bang Thom dan Tribunners yang saya hormati, KPPI Kepri ini sudah ada sejak tahun 2009.
Saya waktu itu masih Dewan Provinsi juga dan saya juga sudah masuk di kepengurusan.
Cuma dari dewan pusatnya sempat vakum selama 5 tahun sehingga berimbas ke DPD dan DPC yang ada.
Kemudian tahun 2015 saya dihubungi pusat untuk Muswilub karena di pusat mau Kongres Nasional jadi minta perwakilan dan karena selama ini aktif jadi begitu dan akhirnya saya ajak teman-teman bentuk dan dilantik tahun 2017 dan anggotanya semua parpol kan perempuan politik.
Awal terbentuknya Kaukus ini kan karena adanya keinginan dari para perempuan politik tapi bukan minta privilage ya.
Baca juga: Nasib Pelantikan Gubernur Kepri, Adu Kuat Tim Isdianto-Suryani di Mahkamah Konstitusi
Baca juga: DPW PKS Serahkan 1,7 Juta Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19
Intinya untuk menjadikan kaukus wadah agar perempuan bisa berkiprah lebih baik lagi di panggung politik yaitu di parlemen, dengan 30 persen keterwakilan.
TB: Sebelum ada Kaukus di Kepri waktu itu bagaimana keterlibatan perempuan berpolitik di wilayah ini?
Lalu setelah ada Kaukus perdana saat itu apa dampak positifnya bagi perempuan dalam perpolitikan?
SY: Memang gak serta merta lansung ya, tentu ada hambatan dan saya melihat kalau kemudian pelibatan perempuan itu berpolitik untuk aktif di parpol itu sih kembali ke keinginan perempuan itu lagi.
Ketika kita sudah meniatkan untuk terjun di dunia politik praktis tentu harus siap dengan segala daya dukung terutama niat dan apapun yang kita jalankan jangan pernah sampai menyesal. Kalau ditanya sebelum dan sesudah ada Kaukus bagaimana.
Alhamdulilah sih sebelumnya kan kita belum pernah berkomunikasi ya sesama perempuan politik ini, paling ke masing-masing partainya saja.
Tapi sekarang sejak ada Kaukus minimal kita rutin ada kegiatan-kegiatan dan syukurnya dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kepri itu istilahnya udah jadi kawan baik banget selain itu bisa saling upgrade skill.
Jadi kalau dibandingkan, tentu ada perubahan setelah adanya Kaukus ini keterwakilan perempuan di legislatif kan juga meningkat
TB: Ibu sendiri sudah berapa periode menjadi anggota dewan?
SY: Kalau periodenya sudah 4 dan totalnya 15 tahun di DPRD Kepri.
TB: Satu sisi ibu sebagai perempuan dan disatu sisi sebagai politikus yang tentunya cukup lama, boleh ibu bagikan tipsnya bagaimana bisa menjalani aktivitas tersebut untuk perempuan-perempuan politik lainnya?
SY: Jadi memang KPPI ini kan wadah, jadi dengan wadah ini kita bisa kemudian saling shaering dan kita juga sering mengadakan pertemuan maupun pelatihan upgrading apa sih yang dibutuhkan.
Jadi kalau saya perhatikan keluhan dari beberapa tokoh perempuan politik ini terkait dukungan parpol yang seketika dicalonkan hanya pada saat mau menjelang pemilu.
Untuk itu makanya kami dorong agar jangan muncul pas mau pemilu saja, terus pas gak terpilih hilang lagi begitu.
Menurut saya keberadaan kami di parpol kan bukan hanya disaat kita harus menjadi anggota dewan atau eksekutif.
Baca juga: Gencar Sosialisasi Jokowi 3 Periode, M Qodari PeDe Publik Setuju: Penentang Cuma Demokrat dan PKS
Baca juga: NEWS WEBILOG - Membaca Pergerakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepri
Tapi kami juga bisa berkiprah dengan kegiatan-kegiatan lainnya.
Saya juga ada kasih semacam tips ke mereka agar menyiapkan diri dalam konteks bahwa uang itu bukanlah segalanya yang paling penting itu ialah bagaimana kita sudah meninggalkan jejak dimasyarakat dan terus bersama masyarakat.
Saya juga sering sampaikan perempuan politik itu kakinya satu di rumah, sudah tentu ingat anak-anak bagaimana tugas sekolahnya dan sudah barang tentu peran ibu itu harus meskipun tidak lah ideal.
Pastinya ada sisi-sisi yang kita delegasikan ke orang lain yang penting peran kita sebagai isteri jangan kita delegasikan, tentu ada skala prioritas dan begitu selalu saya terapkan.
Kami di KPPI ini bukan hanya bicara kursi saja tapi kita juga bicara isu-isu terkait perempuan dan anak misalnya tingkat perceraian yang tinggi, kejahatan seksual terhadap anak, itukan konsen dari Kaukus
TB: Bu kira-kira diperiode pertama apakah semua target yang direncanakan sudah terlaksana atau terpenuhi ? Barangkali menjadi catatan untuk periode kedua ini?
SY: Ya pasti, kita kan kemauannya ingin mengakomodir semua kepentingan masyarakat, tapi kadang kondisi anggaran yang tidak memadai dan menjadi catatan pada periode berikutnya.
Tapi kemudian seingat yang saya jalani apa yang menjadi usulan masyarakat baik dari Reses maupun silaturahmi sebisa mungkin diprioritaskan secara bergilir begitu. Kalau usulan-usulan yang bersifat fisik ataupun bantuan sosial ya kita usahakan juga.
TB: Terpilih secara aklamasi, apa yang ingin ibu lakukan di KPPI selama periode kedua ini kedepan khususnya bagi perempuan?
SY: Program yang menjadi rekomendasi diperiode sebelumnya itu kemungkinan juga masuk selain itu saya juga meminta rekomendasi dari partai-partai lainnya karena kita di sinikan setara.
Yang paling terdekat kan untuk 2024 kita bisa meminta atau memohon kepada parpol masing-masing untuk sejak sekarang menyiapkan kader-kader perempuan terbaiknya untuk dicalonkan sehingga kami nanti dengan pihak Dinas pemberdayaan perempuan atau kesbangpol dapat bersama-sama melakukan kegiatan pembinaan begitu.
TB: Hingga saat ini masih aktif di dunia politik sebenarnya apa yang ingin ibu cari?
SY: Sebagai anggota dewan atau eksekutif bukan hanya semata-mata ingin berpolitik ya tentu tidak.
Tapi berpolitik itu untuk menyatakan kebermanfaatan kita agar lebih luas lagi.
Saya berpikir di luar sana masih banyak perempuan-perempuan dan anak yang belum beruntung jadi kalau tidak ada fasilitatornya tentu susah. (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google
Berita Tentang Wawancara Eksklusif
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tripod-bersama-politisi-pks-kepri-suryani.jpg)