Stres Bujuk Buah Hati Makan Sayur? Ini Loh Alasan Ilmiah Anak Benci Sayur Mayur
Enzim cysteine lyases diproduksi oleh berbagai bakteri yang hidup di rongga mulut anak-anak dan membuat rasa sayuran terasa tak enak saat dimakan...
TRIBUNBATAM.id - Saat buah hati Anda kerap menolah memakan sayur jenis apa pun, bersabarlah.
Kemungkinan apa yang dialami anak Anda juga pernah para orangtua rasakan saat masih anak-anak.
Sayur apa pun jenisnya umumnya menjadi "musuh" utama anak-anak saat jam makan tiba.
Hal ini juga terjadi pada banyak anak di berbagai negara di dunia, bahwa sayur "tidak enak".
Ketimbang marah-marah memaksa anak memakan sayur, ada baiknya orangtua membaca fakta ilmiah kenapa anak-anak membenci sayur.
Selain itu, orangtua bisa membuat sayur denga bentuk menarik agar anak tertarik mengonsumsinya.
Menggabungkan olahan sayur dan daging juga bisa dilakukan untuk menarik selera anak.
Baca juga: 7 Jenis Sayuran yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setiap Hari
Baca juga: Jenis Sayuran yang bisa Ditanam dengan Metode Hidroponik, Perawatan Tanaman Hijau Tidak Sulit
Dilansir dari Live Science dalam sebuah penelitian, didapatkan ada semacam enzim khusus dalam air liur anak yang bisa membuat sayuran terasa tak enak di rongga mulut.
Enzim cysteine lyases, yang membuat sayuran terasa tak enak ini, diproduksi oleh berbagai bakteri yang hidup di rongga mulut.
Enzim di dalam liur anak membuat sayuran berbau tak enak, ini adalah alasan anak menolak makan sayur.
Cysteine lyases, juga terkunci di dalam jenis sayuran tertentu seperti brokoli, kubis, sawi, kangkung, juga kembang kol.
Jadi ketika anak-anak mengunyah sayuran tersebut, enzim yang ada pada air liur akan bercampur dengan enzim yang keluar dari sayuran.
Nah enzim ini, akan merombak senyawa yang bernama S-methyl-L-cysteine sulfoxide (SMCSO) yang terdapat pada sayuran dari keluarga Brassicaceae, seperti brokoli, sawi dan kembang kol.
Proses perombakan ini membuat senyawa tersebut berubah menjadi senyawa yang memiliki molekul-molekul berbau tak sedap.
Bau tak sedap inilah, yang membuat anak-anak akhirnya menghindari mengonsumsi sayuran.
Baca juga: 4 Cara Sehat Diet di Usia 40 Tahun, Nomor 1 Perbanyak Makan Sayur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-makan_20180907_090550.jpg)