Breaking News:

LINGGA TERKINI

INI Makna Penggunaan Tudung Saji Pandan Bagi Warga Lingga, Termasuk Warisan Budaya

Ternyata ada makna penggunaan tudung saji daun pandan bagi masyarakat Lingga. Dan itu yang membuat benda warisan budaya tersebut masih banyak dipakai.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/FEBRIYUANDA
Masyarakat Desa Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri saat menganyam tudung saji pandan 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Tudung saji pandan merupakan sebuah kerajinan masyarakat Melayu, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.

Anyaman tradisional ini merupakan salah satu alat rumah tangga, yang digunakan untuk menutupi hidangan atau makanan, untuk menghindari debu, lalat, ataupun serangga.

Berbentuk kerucut dan terbuat dari daun pandan, tudung saji ini sangat sering ditemukan di Kabupaten Lingga, meski di era yang modern ini.

Hal itu karena mengunakan bahan alami dan harga yang sangat terjangkau bagi mayarakat, dengan ekonomi yang belum mampu menjangkau peralatan yang lebih modern.

Tudung saji ini pun lebih sering digunakan oleh masyarakat Melayu Lingga untuk menutupi hidangan jamuan, makan bersama, atau makanan yang disediakan untuk acara besar Islam.

Ada pun kain hidang digunakan untuk menutup tudung saji, sebagai memperindah jamuan.

Biasanya, tudung saji ini sering dijumpai saat jamuan merayakan hari besar Islam, di antaranya Lebaran, Maulid Nabi, Tahun Baru Islam, Safar, Khataman 27 Ramadhan, Haul Jama', Isra Mi'raj, dan acara jamuan lainnya.

Selain itu, tudung saji juga sering dijumpai pada acara perkawinan masyarakat Melayu di Lingga khususnya.

Tudung saji pandan Lingga ini pun termasuk salah satu Warisan Budaya Tak Benda di Indonesia pada tahun 2019.

Dari pantauan TribunBatam.id di lapangan, anyaman tudung saji ini masih dibuat oleh masyarakat Desa Mepar, Kecamatan Lingga khususnya kaum wanita.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved