3 Sosok Jenderal Besar atau Bintang Lima Indonesia, Salah Satunya Selamat Pada G30S/PKI
Sejak 1997 ada tiga orang yang menyandang pangkat jenderal bintang lima yaitu Jenderal Besar Soedirman, Jenderal Besar AH Nasution dan Soeharto
Soedirman pun rela berperang dengan Belanda melalui gerilya meski saat itu ia menderita penyakit TBC (tubercolosis) dan paru-parunya hanya berfungsi 50 persen.
Pada Desember 1948, Soekarno sempat menasihati Soedirman agar kembali ke rumah karena sakit.
Namun, nasihat itu ditolak dan ia menegaskan akan terus bergerilya bersama para prajurit.
"Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah.
Baca juga: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Disorot Ombudsman Karena AKBP Gafur Dipromosikan Jadi Kapolres
Saya akan meneruskan perjuangan gerilya dengan sekuat tenaga seluruh prajurit," kata Soedirman saat itu.
Selama bergerilya, Soedirman harus ditandu dengan berpindah-pindah tempat dan keluar masuk hutan.
Ia tidak bisa memimpin secara langsung pasukannya saat bertempur, tetapi ia memimpin lewat pemikiran dan motivasi untuk anak buahnya.
Setelah hampir 7 bulan bergerilya, Soedirman menyusun strategi untuk menghadapi pasukan Belanda.
Ia berencana merebut Yogyakarta, ibu kota Indonesia saat itu dari tangan Belanda.
Serangan dilakukan pada 1 Maret 1949 pagi dan akhirnya pasukan Indonesia berhasil menguasai Yogyakarta dalam waktu 6 jam.
Peristiwa itu kelak dikenal sebagai Serangan Umum 1 Maret.
Serangan itu menjadi titik balik bagi Indonesia.
Belanda akhirnya menyepakati Perjanjian Roem-Royen.
Para pejabat pemerintah Indonesia yang dulu ditawan dikembalikan ke Yogyakarta.
Namun, Soedirman tidak mau buru-buru kembali ke Yogyakarta karena ia khawatir dengan kelicikan Belanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/15-12-2020-hari-juang-kartika-perang-ambarawa-jenderal-sudirman.jpg)