ANAMBAS TERKINI
Pelabuhan Pemda Anambas Sepi Penumpang Meski Kondisi Cuaca Kondusif
Kondisi Pelabuhan Sri Siantan Anambas atau yang biasa disebut Pelabuhan Pemda tampak sepi. Pelabuhan ini menjadi salah satu pintu masuk ke Anambas.
ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Aktivitas di Pelabuhan Sri Siantan, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kepri tampak sepi, Rabu (6/10).
Tak tampak hiruk pikuk di pelabuhan yang biasa disebut Pelabuhan Pemda oleh masyarakat sekitar itu.
Pelabuhan Pemda adalah pelabuhan yang dipergunakan masyarakat sebagai tempat untuk turun dan naik kapal.
Kapal yang biasanya bersandar ada yang dari luar Anambas, seperti dari Tanjungpinang dan Batam.
Selebihnya pemilik transportasi laut speedboat yang sering memarkirkan kapalnya di pelabuhan Pemda ini.
Pantauan TribunBatam.id di pelabuhan ini, sejumlah pemilik speed boat sejak pagi hingga sore hari akan menunggu penumpang yang akan menaiki kapal untuk diantar keberbagai pulau.
Baca juga: JADWAL 15 Trip Kapal Ferry di Pelabuhan Sekupang Batam, 7 Oktober 2021, Syarat Surat Vaksin
Baca juga: Nilai Ekspor Batam Naik Periode Agustus 2021, Didominasi dari Pelabuhan Batu Ampar
Salah seorang pemilik speedbooat, Anton yang biasanya mengantarkan penumpang dari Tarempa ke Matak membenarkan semakin hari penumpang memang semakin sepi.
Terkadang tidak menentu, jika kapal dari luar Anambas masuk biasanya pemilik speed boat akan banyak menerima pemasukan.
"Ya kalau kapal dari Batam atau Tanjungpinang tidak masuk kadang sepi penumpang, kadang orang kantor mereka pulang naik pompong, udah disewa perbulan," ujar pria 57 tahun ini, Rabu (6/10/2021).
Sedangkan untuk kondisi angin dikatakan oleh Anton saat ini masih aman.
Cuaca masih baik-baik saja dan apabila kondisi cuaca buruk Anton tidak berani membawa speed boat.
"Musim Utara biasanya kalau tidak bisa ditempuh ya kami tidak jalan, pernah waktu itu hampir sebulan tidak melaut," ucapnya.
Kemudian keterangan dari BMKG Tarempa perkiraan kondisi cuaca di Kepulauan Anambas saat ini cerah berawan.
"Kami dari BMKG terus mengimbau masyarakat khususnya yang menggunakan transportasi laut agar tetap waspada dan melihat keadaan cuaca dulu sebelum melaut, terkadang kondisi cuaca tidak menentu," ujar Kepala BMKG Tarempa, Sirajul Munir.
Baca juga: Walikota Ingatkan Pelabuhan Agar Tidak Lagi Berlakukan Tes Antigen ke Penumpang Kapal
Baca juga: Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara Hang Nadim Batam Menurun Selama 2021, Kapal?
PeduliLindungi di Anambas
Penumpang Kapal VOC Batavia tujuan Tanjungpinang - Letung - Tarempa yang tiba di pelabuhan Tarempa sebelumnya wajib memperlihatkan rapid test antigen bagi yang melakukan vaksin dosis I.
Sementara penumpang yang sudah divaksin dua kali bebas antigen.
Penumpang yang tidak divaksin sama sekali juga harus memperlihatkan rapid test antigennya.
Pada pintu kedatangan penumpang petugas dari Kesehatan, Tim Gugus Tugas, BPBD, KKP serta TNI/Polri sudah bersiap siaga untuk melakukan pengecekan setiap penumpang yang turun.
Di pelabuhan sudah ada petugas dari KKP yang mengecek aplikasi PeduliLindungi bagi penumpang yang turun.
Kemudian juga sudah ada petugas kesehatan yang akan mengecek surat rapid test antigen penumpang.
Koordinator KKP Kepulauan Anambas, Doli Yanto mengatakan kini aplikasi PeduliLindungi sudah bisa digunakan bagi penumpang yang datang ke Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Sesuai dengan edaran Bupati dan Gubernur, kami mengikuti apa yang diarahkan.
Baca juga: Cuma Butuh Sertifikat Vaksin, Ini Syarat Terbaru Naik Kapal RoRo dan Pesawat Antar Wilayah Kepri
Baca juga: 9 Jadwal Kapal Tanjung Pinang Tujuan Batam, Termasuk Anambas, Lingga, Karimun dan Dumai
Jika penumpang tidak punya aplikasi PeduliLindungi mereka bisa memperlihatkan KTP saja ke petugas dan nanti akan dicatat,” ungkap Kepala KKP Anambas, Doli Yanto, Kamis (7/10/2021).
Masih banyak ditemui penumpang yang tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi.
Sehingga pihak KKP harus mencatat data penumpang melalui KTP yang diminta.
Setelah dicatat secara manual data penumpang ini, nanti akan langsung dilaporkan ke induk.
Penumpang yang belum divaksin karena alasan kesehatan, Doli menegaskan bahwa penumpang harus menyertakan surat keterangan dari dokter spesialis.
“Tapi tetap mereka harus antigen juga untuk syarat keberangkatan.
Tapi tidak tahu juga kalau di pelabuhan sana bisa tidak antigen bagi mereka yang memang tidak bisa divaksin,” jelas Doli.(TribunBatam.id/Rahma Tika)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Anambas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kondisi-pelabuhan-sri-siantan-anambas.jpg)