HUMAN INTEREST
Kisah Inal Koto Merantau ke Batam, Jadi Pengantar Air Galon hingga Kerja Serabutan
Masih banyak perantau yang menjadikan Batam sebagai tujuan untuk mengubah nasib. Hal ini yang diakui Inal Koto asal Padang. Simak kisahnya di sini
"Saya berpikir Batam itu dulu kejam. Diskotik, perempuan, itu yang saya dengar. Belum lagi perihal narkoba. Tapi orangtua memberikan dukungan. Saya ingin mengubah nasib keluarga," katanya lagi.
Dari pekerjaannya sekarang, Inal mendapatkan gaji bersih Rp 2,3 juta per bulan.
Dengan rincian, ia mendapat keuntungan penjualan Rp 1.200 tiap galonnya.
Sementara, jumlah gaji tersebut tak cukup untuk menutup biaya kebutuhannya sehari-hari. Apalagi ia hidup sendiri di indekos. Belum lagi membayar cicilan sepeda motor.
Untungnya, Inal tak gengsi untuk kerja serabutan menambah pendapatan. Mulai dari membersihkan puing-puing bangunan sampai pekerjaan lainnya.
"Ya kita harus bersyukur. Masih ada yang tak seberuntung saya, jadi alhamdulillah saja," imbuhnya.
Pandemi Covid-19 pun ikut memberikan imbas ke pendapatan Inal. Sehingga, ia pun belum bisa mengirimkan uang kepada kedua orangtuanya dua tahun belakangan.
Padahal, ia ingin sekali membahagiakan mereka. Apalagi perekonomian ketiga saudaranya juga tak terlalu stabil.
"Lima tahun saya belum pulang. Saya rindu kampung, tapi mau bagaimana. Uang tak cukup untuk membawa saya ke kampung halaman. Belum lagi desakan untuk menikah. Saya hanya bisa berdoa," katanya dengan mata berkaca-kaca.
Dalam hati, ia berharap, bisa membuka usaha sendiri nantinya.
Bak kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Sehingga, ia tak pernah merasa pesimis kendati dunia belum berpihak kepadanya.
Yang Inal yakini, hidup ibarat rangkaian doa yang panjang. Tetap menengadah harapan kepada Tuhan walaupun tuntutan hidup terus datang.
"Saya berhenti sekolah saat umur 14 tahun atau SMP. Berbagai kerja pun sudah saya coba. Kuli bangunan, kerja katering sampai pasang tenda pelaminan.
Sebetulnya saya bermimpi untuk menjadi TNI. Tapi mau bagaimana, belum rezeki. Ibu saya berpesan, selagi masih sehat jangan pernah mengemis," pungkasnya.
(tribunbatam.id/ichwannurfadillah)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2010inal-koto.jpg)