HUMAN INTEREST
Kisah Inal Koto Merantau ke Batam, Jadi Pengantar Air Galon hingga Kerja Serabutan
Masih banyak perantau yang menjadikan Batam sebagai tujuan untuk mengubah nasib. Hal ini yang diakui Inal Koto asal Padang. Simak kisahnya di sini
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Banyak perantau menjadikan Kota Batam sebagai tujuan untuk mengubah nasib.
Kendati tak selamanya menjanjikan, masih banyak perantau percaya jika magis Batam sebagai kota industri bisa mendatangkan banyak keuntungan.
Salah satunya adalah Inal Koto (32), perantau asal Kota Padang, Sumatera Barat.
Pertama kali menginjakkan kaki di Batam tahun 2013 silam, Inal merasa kota ini jauh lebih menarik dibandingkan cerita orang kampung kepadanya.
Oleh sebab itu, anak keempat dari 5 bersaudara ini merasa pilihannya untuk ke Batam tak salah langkah.
"Yang jelas saya ingin mengubah nasib. Sebab, dulu saya di Padang bekerja sebagai kuli bangunan," kenangnya saat memulai cerita kepada Tribun Batam, Selasa (19/10/2021).
Bahkan, kepergiannya ke Batam pun semacam 'kebetulan'.
Baca juga: Kisah Pemilik Outlet Mie Meletup Lenzo Purba, Dulu Pernah Jadi Tukang Cuci Piring
Baca juga: Kisah Yosh Jadi Videografer Andal di Batam, Pernah Hanya Diupah Nasi Bungkus
"Awalnya, saya sempat berdoa ke Allah, kapan saya bisa naik pesawat. Siang saya berdoa, besoknya saya ditelepon teman untuk datang ke Batam dan langsung bekerja sebagai pengantar galon," katanya lagi.
Ongkos pesawat dan segala keperluannya saat itu pun ditanggung oleh rekannya tersebut.
Walaupun bekerja sebagai pengantar galon air, Inal tak terlalu mempermasalahkannya.
Ia sadar, seorang tamatan SD tak mungkin diberdayakan perusahaan-perusahaan besar.
"Enam bulan berjalan, saya sempat menyerah. Saya pilih pulang kampung lagi. Tak tahunya, bos menjemput saya lagi ke Padang tahun 2017 lalu.
Alasan dia, banyak pekerjanya saat itu tidak jujur saat bekerja," ungkapnya.
Di situ, lanjut Inal, ia percaya jika kunci hidup di rantau adalah kejujuran. Biar miskin asal jujur.
Daripada hidup bergelimang harta tapi diselimuti kebohongan. Sehingga, Inal merasa beruntung bosnya di depot air minum masih mempercayakannya hingga sekarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2010inal-koto.jpg)