Digitalisasi Langkah UMKM Kripik Kentang Bu Endang Batam Bangkit di Masa Pandemi
Yuyun Deliana pelaku UMKM di Batam menceritakan pengalamannya mempertahankan usaha keripik kentangnya di tengah pandemi melalui Market Place Tokopedia
Yuyun mengungkapkan tak cuma kemudahan bagi pembelinya, sebagai penjual Ia pun merasakan manfaat dari berbagai promosi menarik dari Tokopedia.
"Bukan cuma sekedar promo gratis ongkir. Saya sebagai pelaku UMKM juga di challenge buat bikin tokonya jadi cantik nih. Jadi dikasihlah promo iklan gratis. Mereka (Tokopedia) ngasih banner-banner desain gratis yang tempelatenya bagus banget. Saya sebagai seller tuh tinggal masuk-masukan foto aja. Dan ternyata itu memberikan efek sama jualan saya," tuturnya.
Yuyun mencontohkan seperti adanya promo melalui dompet digital tertentu yang ditawarkan oleh Tokopedia.
"Nanti tiba-tiba ada yang pembeli yang chat, kak kapan nih ada promo lagi pakai ini (brand dompet digital)," katanya.
Dengan bantuan platform digital Tokopedia, Yuyun bukan hanya bertahan dari situasi pandemi, namun juga mendapatkan pembeli-pembeli baru ataupun calon pembeli potensial.
Fasilitas-fasilitas yang diberikan Tokopedia bagi seller dan buyer, menurutnya dapat membangun komunikasi serta rasa percaya antara kedua belah pihak.
"Lewat market place itu pembeli bisa lihat menilai sendiri apakah tokonya dipercaya atau tidak. Rating toko ada, review pembeli juga ada, dari situ bisa terlihat produk apa yang paling lakunya. Data kan nggak bisa bohong. Jadi mereka aman, penjual juga tenang. Berbeda jika transaksi lewat medsos yang paling bisa diukur lewat followernya, tapi follower juga bisa dibelikan," ucap pemilik toko dengan rating 4.9 itu.
Yuyun pun mengungkapkan jika dirinya diberi kemudahan dalam hal pengecekan data penjualan dengan menggunakan Tokopedia.
"Secara tools sih aku merasa lebih mudah, mulai dari terhubung dengan akun medsos, kerjasama dengan merchant dompet digitalnya juga banyak. Dan paling penting Tokped itu nggak lemot, nggak pernah ada momen saya harus menghubungi call center karena problem di aplikasi," ungkap Yuyun.
Tak hanya itu, Yuyun mengaku nyaman berjualan lewat Tokopedia yang lebih banyak memberi dukungan pada produk-produk UMKM Indonesia.
"Ini tuh platform local pride. Tokped banyak support UMKM Indonesia, saya lihat dari produk-produk yang dijual seller di dalamnya kebanyakan bukan produk import. Berbeda dengan market place sebelah," katanya seraya tersenyum.
Memiliki sembilan varian rasa, Kripik Kentang Bu Endang nyatanya saat ini juga merambah target market baru lewat Tokopedia.
"Keripik kentang inikan produk jadul bukan makanan kekinian, jadi saya fokus ambil marketnya bukan di anak muda. Saya kira nggak bisa di ambil market anak muda, ternyata sejak lewat Tokped, ada juga anak muda suka kripik kentang," katanya.
Meski demikian, Yuyun tak menolak jika berjualan lewat e-commerce juga mempunyai tantangan lain.
"Ada juga yang namanya customer siluman itu. Dan sekarang yang paling terasa buat UMKM Batam ya masalah pajak. Terkadang kami berharap juga dari market place bisa memberikan insentif atau promo biaya pajak. Karena semenjak adanya kebijakan pajak ke luar daerah, perkembangan penjualan ke luar Batam otomatis menurun," ucapnya.
(tribunbatam/anne)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/23102021_kripik-kentang-bu-endang-1.jpg)