Sabtu, 25 April 2026

Digitalisasi Langkah UMKM Kripik Kentang Bu Endang Batam Bangkit di Masa Pandemi

Yuyun Deliana pelaku UMKM di Batam menceritakan pengalamannya mempertahankan usaha keripik kentangnya di tengah pandemi melalui Market Place Tokopedia

anne maria
Yuyun Deliana menunjukan produk UMKM Kripik Kentang Bu Endang miliknya yang kini dipasarkan melalui market place Tokopedia. 

"Dulu itu media sosial paling dibuat cuma buat pamer kegiatan di story, feed. Bukan buat berjualan seperti sekarang. Begitu juga market place, belum terlalu booming. Orang masih percaya dengan cara jualan konvensional. Ketemu sama penjualnya, karena trust (rasa percaya)nya belum sekuat saat ini kalau bertransaksi lewat digital," tuturnya.

Walau sudah mendaftarkan diri dan membuat toko untuk produk keripik kentang miliknya di platform digital sejak tahun 2018, Yuyun menyebut penjualan keripik kentangnya saat itu tidak terlalu signifikan.

"Saya daftar di Tokopedia itu sejak September 2018. Tapi dulu belum terlalu punya dampak besar ke jumlah penjualan, karena orang masih senang yang COD di seputaran Batam. Belum lagi baik seller maupun buyer masih belum sepenuhnya percaya dengan market place, ada kekhawatiran uangnya akan diendapkan," katanya.

Hingga akhirnya pada awal 2020-an, terjadi perubahan drastis yang membuat Ia harus makin berinovasi dan fokus memasarkan produknya lewat platform digital.

Yuyun hanya satu di antara pelaku UMKM yang dihadapkan pada situasi tak mengenakan karena pandemi.

Tak bisa lagi Yuyun menjual keripik kentang buatannya tersebut melalui bazar di mal ataupun tempat umum lainnya.

Baca juga: Cara Bayar PBB Secara Online Lewat Tokopedia hingga Mobile Banking

Baca juga: Kolaborasi Gojek Tokopedia, Bentuk Grup GoTo, Garap Pasar Indonesia

Yuyun Deliana saat memasarkan Kripik Kentang Bu Endang melalui Pameran sebelum pandemi covid-19
Yuyun Deliana saat memasarkan Kripik Kentang Bu Endang melalui Pameran sebelum pandemi covid-19 (istimewa instagram @kripikbuendang6504)

Hal itu menyusul ditiadakannya acara-acara di mal dan pusat keramaian yang lain.

Pembatasan mobilisasi juga membuat penjualan Kripik Kentang Bu Endang lewat COD ikut seret.

Yuyun pun memutar otak. Ia akhirnya mulai memfokuskan penjualannya lewat digital platform yang memang sudah dipersiapkannya sejak lama.

Yuyun mengungkapkan di tahun 2020-an, kondisi pandemi mengharuskan perubahan perilaku masyarakat menjadi serba digital, hampir dalam berbagai hal.

Tak terkecuali dalam transaksi jual beli kebutuhan sehari-hari seperti makanan.

Sebagai seorang penjual, Yuyun mengakui semakin menemukan kemudahan dalam berjualan sejak melakukannya secara online.

Menurutnya, Tokopedia sebagai market place memberikan banyak kemudahan bagi seller maupun buyer.

tampilan Instagram Kripik Kentang Bu Endang yang mendapatkan promosi gratis dari Tokopedia
tampilan Instagram Kripik Kentang Bu Endang yang mendapatkan promosi gratis dari Tokopedia (istimewa instagram @kripikbuendang6504)

Apalagi aplikasi Tokopedia pun dapat terhubung dengan berbagai Media Sosial, yang semakin memudahkan dirinya berjualan, tanpa dibatasi ruang dan waktu.

"New customer itu mulai muncul di tahun 2020. Awalnya lewat IG, kepercayaan pembeli sudah ada karena kalau penjual menipu bisa suspend dan sebagainya. Tapi kalau order via DM Instagram atau lewat medsos kan kita ada kendala lain seperti ongkos kirim. Makanya banyak yang suka tanya ada market place nggak. Dari situ akhirnya saya makin serius jualan lewat Tokopedia, apalagi ini memang makanan kering. Ditambah, aksesnya pun sudah bisa saling terhubung antara medsos sama tokped. Semuanya learning by doing," tuturnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved