Kamis, 28 Mei 2026

BATAM TERKINI

INVESTOR Arab Siapkan Rp 7 Triliun Bangun Rumah Sakit Internasional dan Kampus di Batam

Investor asal Saudi Arabia atau Timur Tengah, akan masuk Batam. Nilai investasi yang disiapkan sekitar Rp 7 triliun.

Tayang:
Ist
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, HM Rudi mengatakan, investor asal Saudi Arabia atau Timur Tengah, akan masuk Batam. Nilai investasi yang disiapkan sekitar Rp 7 triliun. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Investor asal Saudi Arabia atau Timur Tengah, akan masuk Batam. Nilai investasi yang disiapkan sekitar Rp 7 triliun.

"Investasi itu untuk pembangunan rumah sakit internasional dan kampus," ujar Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, Rabu (27/10/2021).

Diakuinya investor itu akan menggunakan lahan di rencana lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sekupang, Batam.

"Dalam waktu dekat, akan dibangun sebuah rumah sakit dan kampus kedokteran yang akan dibangun di kawasan KEK kesehatan di Sekupang," kata Rudi.

Rudi mengatakan investor asal Saudi Rabia itu sudah mengajukan lahan sekitar 20 hektare.

Digunakan untuk pembangunan rumah sakit internasional dan kampus. 

"Nanti MoU akan dilakukan sebelum investasinya masuk. Dalam waktu dekat ini MoU," katanya.

Saat ini, rencana KEK Kesehatan di Sekupang, diajukan BP Batam ke pemerintah pusat.

KEK Kesehatan dibangun sebagai bagian dari Indonesia Health Tourism Board (IHTB), untuk wisata medis atau medical tourism nasional.

Baca juga: INI Penumpang Paling Banyak Lewat di Pelabuhan Internasional Batam Center Selama Pandemi

Baca juga: 4 Tahun Jadi Buron, Terpidana Kasus Korupsi Agus Mulyana Protes Ketika Ditangkap

Dengan demikian, Sekupang, nantinya akan menjadi  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Internasional Sehat (KIS).

Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto Pranoto, mengharapkan, rencana pengembangan KEK KIS dapat menangkap peluang wisatawan medis.

BP Batam menerima masukan berkaitan model kerjasama yang bisa dikembangkan karena diharapkan Batam, mendapatkan partner internasional. 

Terutama yang selama ini berobat ke luar negeri. Wisata medis diharap dapat berkembang, tanpa mengganggu pelayanan medis yang ada saat ini.

“Pengembangan KEK KIS ini juga dapat menciptakan ekosistem medis yang mendukung kawasan kesehatan seperti industri farmasi, alat kesehatan dan jasa akomodasi," kata Enoh belum lama ini.

BP Batam saat ini tengah menyusun rencana pengembangan KEK Kesehatan Internasional Sekupang, untuk menangkap potensi pasar kesehatan Indonesia, dimana sebelum kondisi pandemi, pengeluaran pasien untuk berobat ke Luar Negeri mengalami peningkatan dari tahun 2015 hingga 2019.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved