Breaking News:

ANAMBAS TERKINI

Menunggu Kejaksaan Ungkap Tuntas Korupsi Dana Hibah FPK Anambas

Penyidik cabang kejaksaan negeri (cabjari) Natuna di Tarempa telah mengambil sejumlah langkah untuk mengungkap kasus korupsi dana hibah FPK Anambas.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
KASUS KORUPSI - Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri/ Cabjari Natuna di Tarempa sedang membidik tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Foto anggota Cabjari Natuna di Tarempa menyerahkan tersangka dan barang bukti tahap II perkara tindak pidana korupsi dengan tersangka inisial I (35) kepada penuntut umum Cabjari Natuna di Tarempa. 

Atau subsidiar pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Republik Indonesia No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 65 Ayat (1) ke-1 KUHP pidana.

Iswandi dijelaskan, telah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2020 atas dua kegiatan. Yaitu kegiatan lanjutan pemasangan batu miring dan semenisasi jalan Tanjung pandan dan kegiatan semenisasi jalan gang perkuburan desa.

Modusnya, terdakwa Iswandi mengajukan surat permintaan pembayaran (SPP) kegiatan dengan realisasi kegiatan fiktif secara bertahap sebanyak 5 kali.

"Total kerugian negara sebesar Rp 180.529.978.00, berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara inspektorat Kabupaten Kepulauan Anambas atas perkara dugaan tindak pidana korupsi di Desa Tarempa Barat Daya," ucap JPU.

Baca juga: Dua Tahanan Cabjari Natuna di Tarempa Dipindahkan ke Rutan Tanjungpinang

Baca juga: PERDANA, Cabjari Natuna di Tarempa Gelar Sidang Kasus Pembunuhan PNS di Anambas Secara Online

Sidang saat itu diketuai oleh majelis hakim Eduart M.P. Sihaloho, SH,. MH, dengan JPU Fahmi Ari Yoga dan Bambang Wiratdany. Sedangkan terdakwa didampingi penasihat hukumnya, Zefri Idham.

Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada JPU untuk menghadirkan saksi pada sidang lanjutan yang diagendakan pada tanggal 16 September 2021 mendatang.

Sementara itu, Kacabjari Natuna di Tarempa Roy Huffington berharap proses persidangan dapat berjalan dengan baik.

"Kami berharap persidangan lancar dan aman serta nanti akan mendapatkan kepastian hukum bagi terdakwa," kata Roy.(TribunBatam.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Korupsi

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved