LINGGA TERKINI
Nama Bupati Lingga dan Ajudan Dicatut Penipu, Ini Kata Kabag Prokopim Widi Satoto
Plt Kabag Prokopim, Widi Satoto imbau warga dan pengusaha agar tak mudah tertipu dengan oknum catut nama Bupati Linga dan ajudan
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga tengah disibukkan dengan kasus penipuan.
Bukan main-main, kasus penipuan itu mencatut nama Bupati Lingga dan ajudan bupati kepada sejumlah pengusaha di Lingga.
Hal tersebut dipertegas karena beberapa waktu lalu ada oknum-oknum yang berusaha mencatut nama ajudan Bupati Lingga.
Sasaran pelaku mengacu ke sejumlah pengusaha, yang ingin berinvestasi di Lingga.
Setidaknya ada seorang korban yang sudah berhasil dikelabui, dengan mentransfer uang untuk kedua kalinya.
Menanggapi hal itu, Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Widi Satoto mengimbau kepada masyarakat maupun pengusaha, agar tidak mudah tertipu oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi.
Seperti halnya dengan modus mengatasnamakan orang dekat pemimpin Lingga, bahkan Bupati Lingga sekalipun.
Baca juga: Warga Banjarbaru Rugi Rp 218 Juta, Jadi Korban Penipuan Modus Penggandaan Uang
Baca juga: Cara Mencegah Aksi Penipuan Modus Investasi Online di Telegram
“Kita sangat berharap kepada masyarakat ataupun pihak pengusaha yang ingin berinvestasi agar dapat lebih berhati-hati, jika ada upaya atau usaha dari oknum-oknum yang mengatasnamakan ajudan bupati atau bupati sendiri,” kata Widi, Minggu (31/10/2021).
Ia menyebutkan, bahwa Kabupaten Lingga saat ini tengah gencar menarik investor masuk untuk berinvestasi.
Hal tersebut bertujuan demi kemajuan Lingga, dengan catatan para investor yang masuk mampu memberikan dampak positif terutama untuk masyarakat.
“Bupati ataupun Wakil Bupati Lingga tidak pernah meminta sejumlah fee atau kompensasi untuk memperlancar urusan atau izin tertentu. Kami harap agar jangan mudah terpengaruh, justru Bupati maupun wakil bupati sangat welcome terhadap investasi,” ungkapnya.
Berikut dilampirkan nomor handphone, oknum yang mengatasnamakan ajudan Bupati Lingga +62 812-9835-5509.
Nomor tersebut sudah beberapa waktu ini kerap mencemaskan lingkungan para pengusaha di Lingga.
“Terhadap orang itu, jangan mudah percaya. Itu bukan ajudan Bupati, malah ajudan Bupati gadungan yang berusaha mencari kesempatan ini untuk keuntungannya,” jelasnya.
Minta Transfer Uang
Sebelumnya diberitakan, aksi penipuan mengatasnamanya ajudan dan juga Bupati Lingga berhasil memperdayai pengusaha dan membuat Bupati Lingga, Muhammad Nizar gerah.
Saat menjalankan modus tersebut, penipu mencatut nama ajudan Bupati bahkan berani memalsukan suara Bupati untuk meyakinkan korban.
Kejadian itu bermula saat beberapa waktu terakhir ada telepon yang masuk ke sejumlah pengusaha.
Pria itu dikabarkan mengaku bernama Deden, sebagai ajudan Bupati Lingga.
Muhammad Nizar menerangkan, kabar ini pertama ia dapatkan dari laporan Tenaga Ahli Bidang Promosi dan Investasi Daerah, Ady Indra Pawennari.
Kata Nizar, Ady menerima aduan salah satu pengusaha yang menjadi korban.
Saat menelepon penipu meminta uang ke targetnya dengan modus seolah saat itu Bupati sedang ada urusan mendadak ke Jakarta dan butuh uang operasional.
Untuk meyakinkan korbannya, penipu ini lalu menyerahkan telepon tersebut ke komplotannya, seseorang yang seolah adalah Bupati Lingga.
Korban pun mengobrol langsung dengan penipu baru 'bupati gadungan'.
Baca juga: Pemkab Lingga Ukir Prestasi, Pusat Setujui 25 Warisan Budaya TakBenda, Berikut Daftarnya
Baca juga: RUANG Inap Covid-19 Kosong Pasien, Ketua IDI Lingga: Kami Tetap Siap Hadapi Corona Gelombang Baru
"Padahal, pada saat kejadian itu, saya sedang di Jakarta dan tidak didampingi ajudan," terang Nizar.
Ternyata, dari modus ini sudah ada seorang pengusaha yang menjadi korban.
Bahkan menurut Nizar, dari laporan yang diterimanya, korban tersebut sudah dua kali transfer sejumlah uang yang diminta.
"Memang tidak disebutkan nama pengusahanya, untuk menjaga. Infonya sudah dua kali transfer. Berhasil pertama, kemudian ditransfer lagi yang kedua. Makanya kita gerah dengan penipuan ini," ungkap Nizar kepada media.
Ia melanjutkan, korban lalu menemui tenaga ahli bupati, Ady Indra Pawennary untuk memastikan ajudan dan Bupati yang menelponnya beberapa waktu lalu.
Setelah disimak melalui telepon, ternyata suaranya berbeda.
Korban baru sadar jika ternyata itu adalah penipuan.
Meski demikian, Nizar juga tak menyebutkan berapa nominal yang sudah ditransfer pengusaha tersebut ke komplotan penipu itu.
"Dari telepon semalam yang bersangkutan (korban-red) tidak mau menyebutkan nominalnya. Tapi disampaikan cukup lumayan," jelas Nizar.
Mantan Ketua DPRD Lingga ini menerangkan, jika dari nama yang disebut pelaku ada perbedaan dengan aslinya.
Pasalnya nama ajudan resminya ialah Beben, sementara pelaku menyebutnya Deden.
Selain itu, nomor telepon yang digunakan pelaku bukan nomor ajudannya.
Meski demikian, Nizar menyebut sudah mengantongi identitas dari nomor yang digunakan pelaku.
Ia juga meminta masyarakat khususnya para pelaku usaha di wilayah Kabupaten Lingga untuk berhati-hati, bila menerima telepon dari orang yang mengaku sebagai ajudan Bupati Lingga lagi.
Dihubungi terpisah, Tenaga Ahli Bupati Lingga, Ady Indra Pawennary mengatakan meski bertemu dengan korban, ia juga tak menyebutkan nominal dan kemana korban mentransfer uang tersebut.
"Dia (korban) sedang koordinasi dengan kepolisian untuk menangkap pelakunya," ungkap Ady singkat. (TRIBUNBATAM.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita tentang Lingga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0111kabag-prokopim-lingga.jpg)