Selasa, 7 April 2026

Menko Luhut Binsar Pandjaitan Jawab Tudingan Bisnis PCR

Menko Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya buka suara terkait tudingan bisnis PCR yang ditujukan padanya.

Ist
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait tudingan bisnis PCR yang ditujukan padanya. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan terjerat tudingan bisnis PCR.

Itu setelah media sosial diramaikan dengan informasi dugaan keterlibatan sejumlah pejabat di kabinet Presiden Joko Widodo dalam pengadaan alat kesehatan dalam penanganan pandemi.

Mantan Direktur Publikasi dan Pendidikan Publik Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Agustinus Edy Kristianto mengungkapkan sejumlah nama menteri yang disebut terafiliasi dengan bisnis tes Covid-19 baik PCR maupun Antigen.

Dalam Facebook pribadinya, Edy menyebut sejumlah nama yakni, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan; dan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Kedua menteri ini diduga terlibat dalam pendirian perusahaan penyedia jasa tes Covid-19, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Baca juga: HARGA Tes PCR Lion Air Group Rp 195.000-Rp 225.000, Cek Lokasinya di 12 Kota Ini, Termasuk Batam

Baca juga: JADWAL Tes PCR di Klinik Medilab Batam, Tarif Rp 300 Ribu, Hasil Keluar Kurang dari 24 Jam

Edy menerangkan, PT GSI lahir dari PT Toba Bumi Energi dan PT Toba Sejahtra, anak PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang sebagian kecil sahamnya dimiliki oleh Luhut.

Selain itu, PT GSI juga dilahirkan oleh PT Yayasan Adaro Bangun Negeri yang berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO), 6,18 persen sahamnya dimiliki Boy Thohir yang tak lain adalah saudara dari Erick Thohir.

Harga biaya tes PCR kini turun menjadi Rp 300 ribu untuk wilayah luar Jawa Bali.

Sementara biaya tes PCR untuk Jawa Bali sebesar Rp 275 ribu.

Ini merupakan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan.

Sebelumnya biaya tes PCR begitu dikeluhkan warga lantaran biayanya yang memberatkan.

Belum lagi, ini merupakan salah satu syarat untuk bepergian.

Kini tes PCR tak menjadi syarat wajib bagi pelaku perjalanan.

Luhut pun akhirnya buka suara terkait tudingan itu.

Lewat juru bicara Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi mengungkapkan jika Luhut diajak oleh rekannya dari sejumlah perusahaan hingga membentuk PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved