La Nina Diprediksi Terjang Indonesia, Apa Itu dan Harus Bagaimana?
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena alam La Nina akan terjadi pada bulan November 2021 hingga bulan Februari 2022
Tidak melakukan pembangunan di wilayah rawan longsor
Tanah di dataran tinggi biasanya rawan longsor.
Sebaiknya tidak melakukan pembangunan yang berlebihan di wilayah tersebut.
Sebab, beban bangunan yang terlalu berat bisa menyebabkan tanah tidak kuat dan pada akhirnya longsor.
Curah hujan yang tinggi akibat La Nina bisa meningkatkan risiko tanah longsor di wilayah rawan.
Perkuat bangunan rumah
Pastikan bangunan rumah kuat dan aman untuk menghadapi tingginya curah hujan dan angin.
Bila masih menggunakan konstruksi lama seperti kayu, tidak ada salahnya untuk merenovasinya agar lebih kuat.
Baca juga: Waspadai Badai La Nina yang Diprediksi Berakhir Februari 2022, Begini Cara Mengantisipasinya
Hal ini dimaksudkan agar bangunan rumah tetap kuat dan kokoh meski diterjang cuaca buruk.
Apabila ada bagian yang rumah seperti genteng yang bocor, jangan tunda untuk perbaiki.
Selalu sedia payung dan jas hujan
Apabila harus beraktivitas di luar rumah, pastikan untuk membawa payung maupun jas hujan.
Sebab, cuaca akan sulit diprediksi dan curah hujan akan semakin tinggi.
Tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga agar Anda tidak kehujanan.
Baca juga: Fenomena Alam Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020, Waktu Puncak di Kepri Selama 1 Jam 6 Menit
Baca juga: Fenomena Alam! Pohon Mangga Udang Usia 50 Tahun Milik PNS Binjai Keluarkan Asap
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id/ Widi Wahyuning Tyas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/banjir-di-china-rabu-2172021-karena-curah-hujan-sangat-lebat.jpg)