Breaking News:

Oknum Kades di Bintan Terjerat Kasus Mafia Tanah, Dapat Imbalan Rp 18 Juta, Ini Perannya

Kades Bintan Buyu berinisial S ditangkap polisi. Ia terjerat kasus mafia tanah. Kepada polisi, S ngaku dapat komisi Rp 18 juta dari teken surat palsu

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono saat pimpin ekspose terkait kasus mafia tanah, Jumat (5/11/2021) 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Seorang oknum Kepala Desa di Bintan terjerat kasus mafia tanah.

Tak sendirian, oknum kades ini bekerja sama dengan dua orang perangkat desa dan sejumlah warga lainnya.

Kini mereka telah ditangkap polisi dan berstatus tersangka.

Bersama mereka, polisi juga membongkar sindikat kasus mafia tanah di Bintan.

Total ada 13 tersangka dari 3 lokasi tanah berbeda. Termasuklah di dalamnya oknum kades dan dua orang perangkat desa.

Diketahui, kasus tanah pertama terjadi di daerah Bukit Batu Desa Bintan Buyu.

Di lokasi ini, pelaku memalsukan surat tanah dari seharusnya 30 Hektare (ha) dibuat 14 Hektare (ha).

Baca juga: 5 Bulan Beroperasi, Penjual Nomor Togel Beromzet Rp 40 Juta di Bintan Dibekuk Polisi

Baca juga: Deklarasi Damai Pilkades Bintan 2021, Roby Imbau Calon Kades Bersaing Sehat

Akibat ulah empat pelaku berinisial SD, AK, MA dan H, lahan korban seluas 30 Ha tidak bisa disertifikatkan.

"Hal itu karena para tersangka membuat surat palsu. Sehingga pelapor ketika ingin menaikkan status surat tanah ke sertifikat tidak bisa, karena tumpang tindih," kata Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono saat Press Release di Mapolres Bintan, Jumat (5/11/2021).

Selanjutnya, kasus kedua juga hampir sama, yakni pemalsuan surat tanah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved