Breaking News:

Oknum Kades di Bintan Terjerat Kasus Mafia Tanah, Dapat Imbalan Rp 18 Juta, Ini Perannya

Kades Bintan Buyu berinisial S ditangkap polisi. Ia terjerat kasus mafia tanah. Kepada polisi, S ngaku dapat komisi Rp 18 juta dari teken surat palsu

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono saat pimpin ekspose terkait kasus mafia tanah, Jumat (5/11/2021) 

Objek lahan diperkirakan seluas 8.900 M² dari luas lahan seluruhnya 4 Ha di Kampung Tiram Desa Bintan Buyu.

Tersangka masing-masing berinisial S, Kades Bintan Buyu serta RJ dan MI yang merupakan perangkat Desa Bintan Buyu.

Sedangkan 5 orang tersangka lagi merupakan warga biasa di antaranya inisial AK, JI, SD, MD, AD.

“Ada 2 tersangka (inisial AK dan SD) terlibat pada pengungkapan kasus pertama dan kedua. Modusnya sama, yakni pemalsuan,” tuturnya.

Berikutnya, pengungkapan kasus tanah ketiga dengan luas objek tanah 1,9 Ha dari luas tanah milik korban seluas 4 Ha yang berada di Lobam.

Kasus ini berupa pemalsuan surat tanah kepada korban yang membuat korban mengalami kerugian tanah 2,1 Ha.

Padahal tanah milik korban sebenarnya 4 Ha, namun yang dijual oleh para pelaku hanya 1,9 Ha dengan harga Rp 2 miliar.

Sementara sisanya, dijual kembali oleh para tersangka dengan nilai uang melebihi yang diterima oleh korban yaitu Rp 4,5 miliar.

"Modusnya juga sama, yaitu pemalsuan surat tanah. Dari pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan 3 tersangka berinisial RP, CG serta HP," ungkapnya.

Tidar menambahkan, akibat perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 263 juncto Pasal 55 KHUP serta 378 juncto Pasal 55 dengan ancaman 6 tahun penjara.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved