Breaking News:

Nyawa Taruhannya, Ini Bahaya dan Aturan Hukum Main HP Sambil Mengemudi

Walau mengancam jiwa hingga saat ini masih banyak ditemui pengendara mobil dan sepeda motor yang bermain ponsel/HP saat mengendarai mobil atau motor

Foto Istimewa PJR Polda Jatim
Foto ilustrasi kondisi mobil yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Tol Jombang-Mojokerto, KM 672.400/A, Kamis (4/11/2021) siang 

"Makanya yang benar, berhenti di tempat yang aman sebelum menerima panggilan atau membalas pesan," ucap Sony dikutip dari Kompas.

Baca juga: PASANGAN Terlalu Asyik Main HP Picu Perceraian di Batam, Selingkuh dan Ekonomi Masih Pemicu Terbesar

Baca juga: Ngamuk Ditegur Main Hp di Pesawat Garuda, Putra Bungsu Amin Rais Tantang Wakil Ketua KPK

"Atau jika terdapat fitur koneksi dengan ponsel, sebaiknya pilih-pilih panggilan yang akan kita terima. Karena ada bahaya ketika berita yang kita terima dapat memicu emosi, tuturnya.

Secara spesifik tidak ada pengaturan mengenai pelarangan penggunaan ponsel saat mengemudi.

Tetapi pengendara yang menggunakan ponsel dapat dijerat Pasal 106 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang menyatakan bahwa:

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi."

Seperti dikutip dari laman yuridis.id, dengan memerhatikan pengertian yang mewajibkan pengendara  penuh konsentrasi itu mencakup larangan kegiatan yang mengganggu konsentrasi berkendara.

Misalnya mengkonsumsi obat terlarang, minuman keras dan memakai ponsel, karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: 4 Bahaya Kebiasaan Bangun Tidur Langsung Main HP, Cepat Tinggalkan Kebiasaan Itu!

Baca juga: Asyik Main HP Saat Turun Kapal, Bocah 9 Tahun Terjatuh ke Laut

Menurut yuridis.id, ancaman yang dapat menjerat pelaku yang bermain ponsel sambil berkendara diatur dalam Pasal 283 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berbunyi :

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)".

.

.

.

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved