5 Cara Aman Berkendara di Jalan Tol, Jangan 'Tergoda' Ngebut
Berbeda dengan mengemudi mobil di jalan raya berkendara di jalan tol lazimnya melaju dengan kecepatan tinggi karena kondisi jalan yang lengang
Menurut Djoko, salah satu penyebab kecelakaan yang paling sering terjadi karena pengemudi tidak menjaga jarak aman saat berkendara.
Baca juga: Jalan Tol Sepanjang 2.770 KM dari Aceh ke Lampung Optimistis Akan Rampung 2024
Baca juga: Viral Pasangan Pengantin Menikah di Dalam Bus, Sempat Putar-putar di Jalan Tol
Hal ini menyebabkan pengemudi tak bisa mengantisipasi saat terjadi situasi yang tidak terduga dan berpotensi terjadinya kecelakaan.
"Jaga jarak aman antar kendaraan juga, sebagai pengemudi yang profesional pastinya sudah tahu berapa jarak amannya," kata Djoko.
5. Pahami bahwa bahu jalan hanya untuk kondisi darurat
Jika dalam kondisi darurat, gunakan bahu jalan tol.
Sebaliknya, jika tidak mengalami kondisi darurat sangat tidak disarankan untuk menggunakan bahu jalan tol untuk berhenti apalagi untuk beristirahat.
Pengelola jalan tol sudah menyiapkan tempat istirahat khusus bagi pengendara yang merasa lelah, yakni di rest area.
Larangan berhenti di bahu jalan ini juga ditegaskan melalui rambu yang ada di sepanjang jalan tol.
Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang bisa membahayakan.
"Jangan menggunakan bahu jalan bila tidak mengalami kondisi darurat, dan jangan gunakan bahu jalan untuk menyalip, itu berarti kan tidak taat aturan, bahu jalan fungsinya bukan untuk nyalip," kata Djoko dikutip dari Kompas.
"Kalau semua tadi sudah dilakukan, terakhir sebelum berangkat ya tinggal berdoa," kata Djoko.
Baca juga: Pemerintah Indonesia Digugat Pangeran Cendana Rp 56 M, Imbas Asetnya Diratakan untuk Jalan Tol
Baca juga: Jembatan Batam Bintan Berstandar Jalan Tol, Wabup Bintan: Kalau Lancar, Kepri Semakin Maju
.
.
.
(*/ TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jalan-tol_20170529_122452.jpg)