Sabtu, 11 April 2026

BATAM TERKINI

DIPICU Cuaca Ekstrim, Harga Cabai di Batam Makin Pedas, Cek Harga Terbarunya

Diduga akibat cuaca ekstrim yang belakangan melanda wilayah Indonesia, harga cabai di Batam ikut terimbas dan mengalami kenaikan signifikan.

TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Seorang Pedagang Cabai di Pasar Botania 2 Batam Center. Menjelang Natal dan Tahun Baru 2022, harga cabai di Batam semakin pedas akibat cuaca ekstrim. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id -  Menjelang Natal dan Tahun Baru 2021, harga beberapa komoditas barang pokok mulai mengalami kenaikan harga, salah satunya kenaikan harga cabai yang semakin pedas.

Untuk cabai merah dari harga Rp 13 ribu seperempat kilogram, menjadi Rp17 ribu untuk harga jual seperempat kilogram.

Hal ini yang dirasakan oleh Wineke usai berbelanja di Pasar Kaget Patam Lestari Sekupang.

"Aku aja heran kali, masak cabai seperempat aja Rp 17 ribu. Padahal dikit kali," ujar Wineke kepada Tribunbatam.id.

Sementara, kata dia, untuk harga per kilogramnya, saat ini harga jual komoditas cabai merah bahkan semakin pedas, dan mencapai harga Rp50 ribu per kilogram.

Kenaikan cabai ini diakui oleh Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Menurutnya kondisi cuaca saat ini, yang mengalami perubahan ekstrem menjadi salah satu alasan terkendalanya pengiriman cabai dari daerah penghasil.

"Memang komoditas cabai terutama cabai merah di Batam mengalami keterbatasan stok. Itu kenapa harganya saat ini semakin pedas," ungkap Wakil Walikota Natam, Amsakar Achmad yang ditemui di Batam Center, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: AREA Bundaran Simpang Basecamp Batam Mulai Diaspal, Yumasnur : Lainnya Tahun Depan

Baca juga: Buruh Tuntut UMK Batam 2022 Naik Jadi Rp 4,6 Juta, Ini Jawaban Apindo Batam

Saat ini, lanjut dia, Batam sendiri diketahui masih mengandalkan Pulau Jawa sebagai daerah penghasil, untuk ketersediaan komoditas cabai bagi masyarakat.

"Sehari seharusnya bisa 5 ton, namun pengiriman pasokan terganggu dikarenakan cuaca ektrem saat ini. Proses pengiriman masih menggunakan jalur laut," tutur Pria Mantan Kadisperindag ini.

Salah satu alasan lain, adalah ketersediaan stok lokal yang semakin menipis, dan juga stok lokal yang tidak cukup untuk memenuhi permintaan pasar.

"Ada pertanian cabai lokal kita, namun hasilnya tidak bisa mencukupi," ungkapnya.

Salah satu komoditas lain yang mengalami kenaikan harga adalah komoditas minyak goreng. Mengenai komoditas ini, Amsakar juga menerangkan bahwa harga dipasaran dipengaruhi oleh dua hal, salah satunya adalah kebijakan Kementerian Perdagangan yang saat ini tidak memperbolehkan minyak goreng curah.

"Selain karena harga minyak dunia naik, kebijakan pemerintah pusat mengenai minyak goreng curah juga menjadi faktor penentu. Saat ini minyak goreng yang hanya boleh dijual, adalah minyak goreng kemasan," paparnya.

Ditanya mengenai ketersediaan komoditas lain menjelang akhir tahun, Amsakar menegaskan bahwa seluruh komoditas lain diluar cabai merah saat ini dalam kondisi terkendali.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved