Selasa, 21 April 2026

BATAM TERKINI

Harga Cabai di Batam Terus Naik, Kini Rp 53 Ribu per Kilogram, Ini Penyebabnya

Harga cabai keriting yang semula Rp 32 ribu per kg, kini Rp 53 ribu. Kenaikan harga tersebut diduga akibat minimnya pasokan dipicu cuaca ekstrim.

TRIBUNBATAM.id/RAHMA TIKA
Pembeli sedang memilih cabai di pasar. Harga cabai keriting yang semula Rp 32 ribu per kg, kini Rp 53 ribu. Kenaikan harga tersebut diduga akibat minimnya pasokan dipicu cuaca ekstrim. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Memasuki pertengahan bulan November 2021, harga komoditas cabai di Batam kembali naik. 

Pantauan TRIBUNBATAM.id di salah satu pasar di Batu Aji, harga cabai yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah cabai merah keriting dan cabai rawit hijau.

Meski harga cabai merah keriting dan cabai hijau ini naik, namun ketersediaannya tidak mengalami penurunan, masih bisa diperoleh masyarakat dalam jumlah banyak.

Seorang pedagang sayuran Surya (46) mengaku kenaikan harga cabai baru terjadi di awal minggu ini.

"Naiknya harga cabai ini baru. Padahal minggu kemarin harganya masih stabil, sekarang sudah naik lagi, naiknya pun cukup banyak ya, ada juga pembeli yang kaget, cuma mau tidak mau tetap di beli mereka," ujar Surya, Rabu (10/11/2021).

Cabai merah keriting terpantau mengalami kenaikan hingga Rp 53 ribu, sebelumnya harga Rp 32 ribu per kilogram.

Kemudian cabai rawit hijau naik sebesar Rp 40 ribu, sedangkan di minggu lalu harga cabai rawit hijau Rp 35 ribu.

Sinta salah satu pembeli mengatakan ia yang mengetahui cabai mengalami kenaikan saat ini mengurangi jumlah kebutuhan mengkonsumsi cabai.

Baca juga: DAFTAR 11 Tuntutan Buruh Batam saat Demo di Kantor Walikota, Minta Antigen Dihapus

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Tanjungpinang Tersisa Satu Orang, Sudah Sepekan Nol Kasus Baru

"Ya biasanya saya nyetok cabai merah ini kan 1 kilogram itu untuk satu bulan, tapi karena lagi naik gini, saya beli setengah kilogram aja, kemudian campur dengan cabai rawit hijau setengah kilogram juga, pinter-pinter nutupin aja supaya bisa beli kebutuhan lainnya.

Sementara itu cabai rawit merah bertengger di harga Rp 52 ribu per kilogram.

Di sisi lain, harga bawang merah dan putih saat ini masih stabil, untuk bawang merah Birma Rp 16 ribu per kilogram, kemudian bawang merah Jawa Rp 18 ribu per kilogram, sedangkan untuk bawang putih per kilogram masih di harga Rp 26 ribu.

Dipicu Cuaca Ekstrim

Kenaikan harga cabai itu sebelumnya juga dikeluhkan oleh warga Sekupang.

Wineke mengaku kaget usai berbelanja di Pasar Kaget Patam Lestari Sekupang.

"Aku aja heran kali, masak cabai seperempat aja Rp 17 ribu. Padahal dikit kali," ujar Wineke kepada Tribunbatam.id.

Sementara, kata dia, untuk harga per kilogramnya, saat ini harga jual komoditas cabai merah bahkan semakin pedas, dan mencapai harga Rp50 ribu per kilogram.

Kenaikan cabai ini diakui oleh Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Menurutnya kondisi cuaca saat ini, yang mengalami perubahan ekstrem menjadi salah satu alasan terkendalanya pengiriman cabai dari daerah penghasil.

"Memang komoditas cabai terutama cabai merah di Batam mengalami keterbatasan stok. Itu kenapa harganya saat ini semakin pedas," ungkap Wakil Walikota Natam, Amsakar Achmad yang ditemui di Batam Center, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: AREA Bundaran Simpang Basecamp Batam Mulai Diaspal, Yumasnur : Lainnya Tahun Depan

Baca juga: Buruh Tuntut UMK Batam 2022 Naik Jadi Rp 4,6 Juta, Ini Jawaban Apindo Batam

Saat ini, lanjut dia, Batam sendiri diketahui masih mengandalkan Pulau Jawa sebagai daerah penghasil, untuk ketersediaan komoditas cabai bagi masyarakat.

"Sehari seharusnya bisa 5 ton, namun pengiriman pasokan terganggu dikarenakan cuaca ektrem saat ini. Proses pengiriman masih menggunakan jalur laut," tutur Pria Mantan Kadisperindag ini.

Salah satu alasan lain, adalah ketersediaan stok lokal yang semakin menipis, dan juga stok lokal yang tidak cukup untuk memenuhi permintaan pasar.

"Ada pertanian cabai lokal kita, namun hasilnya tidak bisa mencukupi," ungkapnya.

Salah satu komoditas lain yang mengalami kenaikan harga adalah komoditas minyak goreng. Mengenai komoditas ini, Amsakar juga menerangkan bahwa harga dipasaran dipengaruhi oleh dua hal, salah satunya adalah kebijakan Kementerian Perdagangan yang saat ini tidak memperbolehkan minyak goreng curah.

"Selain karena harga minyak dunia naik, kebijakan pemerintah pusat mengenai minyak goreng curah juga menjadi faktor penentu. Saat ini minyak goreng yang hanya boleh dijual, adalah minyak goreng kemasan," paparnya.

Ditanya mengenai ketersediaan komoditas lain menjelang akhir tahun, Amsakar menegaskan bahwa seluruh komoditas lain diluar cabai merah saat ini dalam kondisi terkendali.

Hal ini berdasarkan laporan operasi pasar yang selalu dilaksanakan dua kali dalam seminggu oleh Disperindag Batam.

"Komoditas lain kuotanya aman, seperti cabai hijau. Kita selalu menjalankan pantauan ke pasar dua kali dalam seminggu. Laporan komoditas aman ini, juga didukung oleh data Dinas Pertanian kita," kata Amsakar. 

Sebelumnya diberitakan Kepala BPS Kota Batam, Rahmad Iswanto mengatakan ada sejumlah komoditas yang terus mengalami kenaikan harga. Diantaranya cabai merah, minyak goreng, daging ayam ras, rokok kretek filter ataupun rokok putih, cabai rawit dan bensin.

Sementara, lanjut dia, komoditi yang mengalami penurunan di Oktober 2021 adalah sayur-sayuran, seperti bayam, sawi hijau dan kangkung. Termasuk juga bawang merah.

"Yang menjadi perhatian, kenaikan daging ayam ras sepanjang Januari hingga Oktober. Kedua terbesar yakni 0.04 persen. Cukup tinggi setelah minyak goreng," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika/Roma Uly Sianturi)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved