Breaking News:

Natuna Bentuk Satgas Bebas Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Ini Tujuannya

Pemkab Natuna melakukan beberapa upaya untuk menekan kasus pelecehan terhadap perempuan dan anak. Di antaranya bentuk satgas bebas kekerasan perempuan

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Natuna Bentuk Satgas Bebas Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Ini Tujuannya. Foto Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Natuna, Yuli Ramadhanita 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Akhir-akhir ini, masyarakat Natuna sering dihebohkan dengan kasus pelecehan seksual terhadap anak.

Terkait hal ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Natuna membentuk tim satgas bebas kekerasan terhadap perempuan dan anak untuk seluruh kecamatan dan desa-desa yang ada di Natuna.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Natuna, Yuli Ramadhanita, saat mengadakan pertemuan dengan sejumlah wartawan di ruang rapat Kantor PPA, Kompleks Masjid Agung Natuna Gerbang Utaraku, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Selasa (9/11/2021).

"Satgas yang sudah terbentuk baru di desa dan kelurahan di 4 kecamatan terdekat," kata Yuli.

Selain membentuk tim satgas, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi terkait permasalahan pelecehan anak di bawah umur. Dengan tujuan agar ke depannya kasus tersebut tidak terulang lagi, khususnya kepada anak-anak Natuna.

"Sejauh ini apapun kendalanya kami terus berupaya membuat program terkait perlindungan anak, seperti memasukkan materi penguatan kharakter anak pada kegiatan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah. Kemudian melakukan penguatan forum anak, serta mengedukasi mayarakat terkait pola asuh serta mengajak semua instansi untuk berkerja terkait perlindungan perempuan dan anak di Natuna," ujar Nita, sapaannya.

Nita juga mengimbau, agar masyarakat bahu-membahu dalam upaya perlindungan anak dan perempuan. Mari ciptakan rumah yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Baca juga: Peringatan Hari Pahlawan 2021, Danlanud Raden Sadjad Bacakan Amanat Menteri

Baca juga: Rodhial Huda Berharap Natuna Kecipratan Untung Pengeboran Minyak di Laut Natuna

"Jika ada keluarga yang memerlukan informasi terkait pengasuhan anak di rumah, hubungi Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), Psikolog kami ada klinis di sana," imbaunya.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Air Lengit, Kuswanto menyebutkan, satgas bebas kekerasan terhadap perempuan dan anak di desanya sudah terbentuk pada tahun 2020.

Kuswanto menyebutkan pihak-pihak yang dilibatkan dalam satgas tersebut antara lain, Pemerintah Desa (Pemdes), lembaga desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

"Semoga dengan dibentuknya satgas tersebut mampu mengurangi kasus kekerasan seksual terhadap anak," pungkasnya.

(Tribunbatam.id/Muhammad Ilham)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Natuna

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved