KEPRI TERKINI
Bank Indonesia Ajak Pemerintah Daerah Kepri Gunakan Transaksi Digital
Manajemen Bank Indonesia bertemu dengan perwakilan pemerintah daerah di Kepri. Mereka mendorong penerapan transaksi keuangan secara elektronik.
Sehingga dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi daerah lain dalam mengimplementasikan ETPD.
Melalui serangkaian acara tersebut, seluruh TP2DD di Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen untuk bersinergi dalam rangka mengakselerasi implementasi ETP guna mewujudkan layanan yang lebih baik dan mendukung penguatan ekosistem digital di Provinsi Kepulauan Riau.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang hadir pada pertemuan tersebut sangat mendukung terhadap akselerasi implementasi ETPD di Kepri.
Ia juga memberikan arahan kepada seluruh TP2DD di Kabupaten dan Kota se-Provinsi Kepulauan Riau untuk meningkatkan dan mengakselerasi implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
Baca juga: Bank Indonesia Buka Seleksi Pendidikan Calon Pegawai Muda Lulusan S1 dan S2, Cek Syaratnya
Baca juga: BI Kepri Siapkan Uang Tunai Rp 1,4 Triliun, Penuhi Kebutuhan Natal dan Tahun Baru 2021
Baik pada tingkat Provinsi maupun ditingkat Kabupaten dan Kota, dengan lebih terencana melalui roadmap dan timeline ETPD yang disepakati bersama oleh seluruh kepala daerah se-Provinsi Kepulauan Riau secara serentak.
"Semoga seluruh TP2DD di Provinsi Kepulauan Riau dapat saling menginspirasi dalam implementasi ETPD ini," ujarnya.
DORONG Transformasi Digital
Dalam menjalankan mandat yang diberikan yakni mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, Bank Indonesia memiliki tiga tugas pokok yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran serta menjaga stabilitas sistem keuangan.
Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, Bank Indonesia Kpw Provinsi Kepri sebagai representasi di daerah melakukan survei dan pengumpulan data sekunder maupun data primer melalui kegiatan survei kepada agen ekonomi baik rumah tangga, pedagang, pelaku usaha, asosiasi dan instansi pemerintah.
Pelaksanaan survei tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai dinamika ekonomi saat ini sekaligus perkiraan kondisi ke depan.
Dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas data yang diperoleh serta meningkatkan engagement dengan responden survei, BI Kepri menyelenggarakan acara temu responden yang dirangkaikan dengan acara webinar dengan tema “Transformasi Digital dalam rangka Mendukung Pemulihan Ekonomi”.
Pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh pandemi COVID-19 yang berpengaruh pada penurunan kinerja usaha dan pendapatan masyarakat.
Baca juga: Dampak Vaksinasi Corona, BI Kepri Sebut Ekonomi Global Mulai Membaik
Baca juga: Recession in Singapore, What is the Impacts on KEPRI? Heres BI Kepri Representative Response
Namun, di sisi lain kondisi pandemi telah mendorong akselerasi dalam adopsi digital oleh masyarakat yang ditandai dengan semakin berkembangnya ekonomi digital.
Ekonomi digital diproyeksikan akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di masa depan. Perkembangan ekonomi digital tersebut menuntut para pelaku usaha untuk segera melakukan adaptasi salah satunya dengan melakukan transformasi digital dalam mengelola usahanya.
Webinar kali ini menghighlight isu utama terkait arah kebijakan Pemerintah dalam mengembangkan ekonomi digital yang kemudian diturunkan dalam sub tema implementasi industri 4.0 (Smart Factories) untuk pelaku industri manufaktur, dan implementasi digital marketing bagi pelaku usaha retail modern maupun tradisional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pedagang-melayu-square-tanjungpinang-keluhkan-pencairan-qris-1.jpg)