Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Angkasa Pura ll Tanjungpinang Sumbang Shelter ke Pemprov Kepri Untuk Tampung Korban KDRT dan TPPO

Angkasa Pura ll Tanjungpinang menyumbangkan shelter atau rumah singgah ke Pemprov Kepri untuk digunakan korban KDRT dan TPPO.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra
Peresmian bangunan shelter oleh Ketua TP PKK Kepri, Dewi Kumala Sari didampingi Direktur Keuangan dan Managemant Resiko PT Angkasa Pura ll, Wiweko Probojakti. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - PT Angkasa Pura ll (Persero) pengelola Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang menyumbangkan bangunan shelter atau rumah singgah ke Pemprov Kepri.

Shelter itu nantinya akan digunakan untuk menampung korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Rumah singgah tersebut berlokasi di samping Kantor UPTD Tanjungpinang jalan Riau, Kecamatan Tanjungpinang Barat.

Selain shelter, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini, Angkasa Pura II juga menyumbang peralatan pelatihan hingga penanaman bibit pohon peneduh di kawasan Dompak, Tanjungpinang.

Shelter itu diresmikan oleh Ketua TP PKK Kepri, Dewi Kumala Sari didampingi Direktur Keuangan dan Managemant Resiko PT Angkasa Pura ll, Wiweko Probojakti dengan pemotongan pita.

Executive General Manager (EGM) Bandara Raja Haji Fisabillah (RHF) Tanjungpinang, Ngatimin Murtono mengatakan, total bantuan tersebut senilai Rp 150.699.932.

Yakni bangunan shelter rumah singgah senilai Rp 111.179.932, kemudian peralatan pelatihan untuk Pemberdayaan Perempuan senilai Rp 16.520.000.

"Juga penanaman serta penyerahan bibit pohon peneduh sebanyak 450 batang yang terdiri dari Mahoni, Pucuk Merah, Glodokan Tiang dan Ketapang Kencana dengan nilai Rp 30.0000.00," ujarnya, Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Kejari Natuna Gelar Sidang Perdana Tipikor Secara Inabsentia di PN Tipikor Tanjungpinang

Baca juga: PESONA Vihara Dharma Sasana Tanjungpinang, Destinasi Wisata Religi Sejak Abad 17

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Managemant Resiko PT Angkasa Pura ll, Wiweko Probojakti mengatakan, sebagai BUMN dan dalam hal ini Angkasa Pura sebagai pengelola bandara memiliki 3 tujuan.

"Pertama yakni korporasi. Kami wajib memberikan kontribusi kepada pemerintah. Pada 2019 ada sekitar Rp 300 miliar kepada pemerintah dari pendapatan bersih kami sekitar Rp 2 triliun," ujarnya.

Kemudian tujuan selanjutnya, terhadap konektivitas infrastruktur yang mana dalam pembangunan bandara seperti yang ada di Tanjungpinang.

"Sebagai BUMN, kami agen pembangunan yang wajib memberikan TJSL. Walaupun perusahaan sedang berat-beratnya akibat tekanan pandemi, tetap melaksanakan kewajiban tersebut. Untuk TJSL sendiri tidak ada urusannya dengan pendapatan perusahaan juga," katanya.

Penjabat (Pj) Sekda Kepri, Lamidi yang hadir mewakili Gubernur menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT Angkasa Pura ll terhadap Provinsi Kepri khususnya Kota Tanjungpinang.

"Sudah banyak bantuan sosial yang telah diberikan oleh PT Angkasa Pura ll Tanjungpinang kepada daerah ini. Kita sangat apresiasi atas kepeduliannya. Semoga gerakan sosial ini terus dilakukan," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved