Selasa, 5 Mei 2026

HUMAN INTEREST STORY

Potret Dunia Pendidikan Pulau Terluar Batam, Disdik Sampai Bingung Mau Bangun Sekolah

Sudah 20 tahun Sukarmiyanto mengabdikan diri sebagai guru di pulau terluar Batam. Ia tetap ikhlas membagikan ilmu dengan segala keterbatasan.

Tayang:
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Noven Simanjuntak
Guru SD Lokal Jauh Pulau Kepala Jeri, Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Batam, Kepri, Sukarmiyanto bersama sejumlah anak didiknya, Jumat (19/11/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa melekat dalam diri Sukarmiyanto.

Sudah 20 tahun, pria 43 tahun ini mengabdikan diri menjadi guru khusus untuk pulau terluar.

Jangan bayangkan kondisi sekolah seperti lazimnya ditemukan di Kota Batam.

Kondisi kelas tempat Sukarmiyanto membagi ilmunya sungguh miris.

Bahkan jauh dari kata layak. Kelas yang tidak berplafon dengan mudah ditemukan di sana.

Dindingnya mulai retak, catnya pun sudah kusam bahkan mulai terkelupas.

Jangan tanya pula akses internet di pulau tempatnya mengajar ini.

Baca juga: Kepala SPN Dirgantara Batam Bantah Ada Sel di Sekolahnya: Itu Ruangan Konseling

Baca juga: SEJUMLAH Siswa SMK Diduga Dianiaya di Sekolah, Begini Reaksi Walikota Batam

Guru SD Lokal Jauh Pulau Kepala Jeri, Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Batam, Kepri, Sukarmiyanto, Jumat (19/11/2021).
Guru SD Lokal Jauh Pulau Kepala Jeri, Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Batam, Kepri, Sukarmiyanto, Jumat (19/11/2021). (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

Bersama dua tenaga pengajar lainnya, Sukamiyanto harus menuju bukit menggunakan sepeda motor dari sekolah yang lokasinya cukup jauh.

Itu ia lakukan untuk sekedar mengirim laporan kerja ke Dinas Pendidikan (Disdik) Batam.

Di atas bukit yang tersedia pondok tak berdinding itu Sukarmiyanto mendirikan meja belajar kecilnya dan meletakkan laptop atau pun androidnya untuk mengakses informasi terkait proses pembelajaran siswa atau bahkan mengirimkan laporan kerja ke atasannya.

Bila hujan turun, ia pun bergegas membuka payungnya untuk menutupi barang elektroniknya agar tak terkena limpahan bulir hujan dari pondok yang tak berdinding itu.

Dengan segala keterbatasan itu, Sukarmiyanto menjalaninya dengan ikhlas.

Ia berusaha maksimal menjalankan tugasnya turut mencerdaskan generasi penerus dari satu pulau ke pulau lain yang letaknya masih berada dalam wilayah Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, ayah tiga anak ini pernah ditugaskan untuk mengajar di Sekolah Dasar (SD) Lokal Jauh Pulau Kepala Jeri.

Ia pun juga pernah dipindah tugaskan mengajar di Sekolah Dasar Pulau Panjang.

Hingga akhirnya atas permintaan masyarakat Pulau Kepala Jeri, kini Ia kembali untuk mengabdi di SD Lokal Jauh Pulau Kepala Jeri sampai sekarang.

Di Pulau Kepala Jeri hanya berdiri bangunan Sekolah Dasar (SD) dengan 3 ruang kelas dan satu ruang majelis guru.

Sedang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) hanya ada di seberang pulau Kepala Jeri, lebih tepatnya Pulau Kasu.

Baca juga: SISWA SPN Dirgantara Batam Dianiaya Sekolah, Kemendikbud Ristek Angkat Bicara

Baca juga: Orangtua Siswa SPN Dirgantara Batam yang Dianiaya Sekolah Lapor ke Ditkrimum Polda Kepri

SD Kepala Jeri sendiri disebut dengan istilah lokal jauh lantaran masih satu induk dengan SD Negeri 006 yang ada di Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang.

Kondisi gedung SD yang dibangun permanen terlihat mulai kusam dari paduan warna hijau tua dan hijau muda.

Sisa-sisa plafon pun tampak menganga dan berlepasan hingga tak tersisa.

Di ruang kelas hanya ada beberapa buah meja persis sesuai dengan jumlah siswa yang ada.

Lantai yang berdebu, cat dinding yang mulai terkelupas, tumpukan buku-buku pelajaran yang juga mulai kusam, tatanan meja dan kursi belajar yang telah rusak saling bertimpa memperlengkap buruknya kondisi SD di Pulau Kepala Jeri.

Lingkungan sekolah yang dikelilingi rimbunan pepohonan menandakan tidak adanya sarana lapangan olah raga untuk siswa.

Guru berusia 43 tahun ini menyebutkan, bila jumlah siswa yang ada di SD Negeri 006, Kepala Jeri hanya ada 17 orang yang terakumulasi hingga kelas 6.

"Siswa yang kami ajar di sini komplit hingga kelas 6. Namun jumlahnya hanya 17 orang. Kelas 1 satu orang, kelas 2 satu orang, kelas 3 dua orang, Kelas 4 tiga orang, kelas 5 lima orang, kelas 6 lima orang, komplit sih hingga kelas," ujarnya kepada TribunBatam.id, Jumat (19/11/2021).

Dengan jumlah siswa yang terbilang sedikit itu, lanjutnya, tenaga pengajar yang di tempatkan di Pulau Kepala Jeri hanya ada 3 orang, dengan pembagian masing-masing mengajar 2 kelas setiap harinya.

"Jadi sistem mengajarnya satu guru mengajar dua kelas sekaligus dan itu selalu bergantian di jam yang sama. Misal saya ngajar kelas 5 dan 6 karena ruang terbatas, saya gabungkan para siswa namun kursinya diberi jarak, sebentar saya ajar kelas 5 setelahnya saya ajar lagi yang kelas 6, begitu setiap harinya," paparnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Menurun, Disdik Karimun Bakal Tambah Jam Belajar Tatap Muka di Sekolah

Baca juga: ANBK SD 2021 di Natuna, Wan Arismunandar: Masih Ada Siswa Numpang di Sekolah Lain

Melihat kondisi gedung sekolah yang begitu memprihatinkan, Sukarmiyanto bersama para guru dan Kepala Sekolah yang turut dibantu pemuda dan mahasiswa asal Kepala Jeri yang mengenyam pendidikan dari Malang dan Umrah tak tinggal diam.

Dengan sarana prasarana yang seadanya, pihaknya juga berupaya untuk mempublis ke sosial media dengan harapan mendapat perhatian dari pemerintah maupun para donatur.

"Adapun bantuan dana BOS hanya bisa digunakan untuk pemeliharaan, sedangkan bila dilihat dari kondisinya ini sudah harus perbaikan secara total. Kami dan Kepala Sekolah sudah pusing mau cari bantuan dana dari mana. Cara adik-adik mahasiswa untuk membantu sudah disebar tentang kondisi sekolah melalui sosial media facebook namun hingga saat ini belum juga tembus," terang Sukarmiyanto.

Disdik Batam diakuinya pernah mengunjungi SD Negeri 006 Kepala Jeri namun karena terhalang sumber dana dan aturan jumlah rasio siswa, maka pembangunan sekolah tidak dapat dilakukan.

"Jadi pihak dinas juga bingung, karena salah satu aturannya kan harus berlandaskan jumlah rasio siswa selain itu juga minimnya sumber dana. Tapi kami hanya bisa berharap barang kali ada kebijakan yang dapat mengubah kondisi sekolah ini menjadi lebih baik.

Sebagai putra kelahiran Pulau Kepala Jeri, ia sadar akan tanggung jawab moralnya untuk membangun kampung khusus dari segi pendidikan. Baginya semua siswa baik di Kota maupun di pulau terpencil memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kualitas belajar yang layak dan nyaman.

Usia produktif yang kian menipis di Pulau Kepala Jeri menjadi salah satu faktor berkurangnya jumlah siswa yang bersekolah di SD Negeri 006.

Baca juga: Mahfud MD dan Menteri Tito Karnavian Bakal Berkunjung ke 2 Pulau Terluar Natuna

Baca juga: Kadispar Kepri Lirik Mercusuar Pulau Terluar Jadi Destinasi Wisata Baru

"Di sini banyak yang tamat SMA ke Batam, kuliah atau pun kerja. Jadi di sini yang tinggal usia non produktif, tinggal beberapa saja yang punya anak usia sekolah, lama kelamaan ya makin habis penduduknya begitu,"

Di sini juga sistem pembelajaran online dengan menggunakan IT kepada siswa itu sulit, karena terbatasnya jaringan telekomunikasi.

Pihaknya hanya dapat mengajar dengan menunjukkan materi belajar video yang telah didownload terlebih dahulu melalui laptop.

"Jadi kalau saat pembelajaran dengan sistem daring kemarin, siswa itu belajarnya harus ke bukit dekat dermaga supaya ada sinyal yang baik. Begitu juga kami para guru bila ingin mengirim laporan ke Dinas secara online maka harus bolak balik ke bukit untuk mengirim file laporan lalu ke sekolah kembali," sebutnya.

Kini ia hanya berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah untuk dunia pendidikan anak di pulau terluar.

"Cobalah untuk bangun satu romble saja, kiranya ada kebijakan yang patut untuk siswa di sini," tukasnya. (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Human Interest Story

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved