Sabtu, 25 April 2026

WISATA KEPRI

Minuman Khas Kepri Ini Bernama Laksamana Mengamuk, Cocok Banget Diminum saat Panas

Minuman khas Kepri ini cocok diminum saat cuaca panas. Pas juga dipilih sebagai menu berbuka saat puasa. Berikut cara membuatnya.

ISTIMEWA
KULINER - Segarnya Es Laksamana Mengamuk, Minuman Khas Kepri Jadi Menu Buka Puasa Favorit. FOTO: ES LAKSAMANA MENGAMUK 

TRIBUNBATAM,id - Nama minuman segar asal Kepri ini cukup unik.

Dari namanya, persepsi kita muncul seperti seorang petinggi yang sedang mengamuk.

Namun jangan anggap remeh, minuman ini sangat segar apalagi diminum ketika cuaca panas.

Minuman asal Kepri ini juga cocok untuk berbuka puasa.

Salah satu kreasi minuman unik di Kepri itu adalah es laksamana mengamuk.

Es Laksamana Mengamuk merupakan minuman dingin yang menggunakan buah mangga kweni sebagai bahan utama.

Baca juga: Bunga Langka Ini Tumbuh di Kepri, Magnet Baru Destinasi Wisata

Baca juga: Wan Siswandi Ingin Natuna Jadi Wajah Wisata Indonesia di Mata Dunia

BUAH KEPAYANG - Buah kepayang dari Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri yang dijadikan kuliner tradisional dikenal dengan air kembang semangkok.
BUAH KEPAYANG - Buah kepayang dari Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri yang dijadikan kuliner tradisional dikenal dengan air kembang semangkok. (TribunBatam.id/Istimewa/Dokumentasi Disbudpar Anambas)

Minuman ini memiliki citarasa segar dan sedikit asam dari buah mangga tersebut.

Selain mangga kweni, minuman ini juga menggunakan santan dan biji selasih sebagai pelengkapnya.

Paduan buah mangga kweni dan gurihnya santan menciptakan citarasa unik tersendiri.

Minuman menyegarkan ini cocok diminum saat berbuka puasa.

SEJARAH

Melansir situs resmi Dispar Kepri, keberadaan minuman ini konon berawal dari mengamuknya seorang laksamana di kebun mangga kweni.

Laksamana tersebut mengamuk lantaran istrinya dibawa lari oleh pemilik kebun kweni tersebut.

Sang laksamana menebas-nebaskan pedangnya ke seluruh penjuru, hingga puluhan buah kweni hancur karena kemarahannya ini.

Usai sang laksamana menuntaskan kemarahannya dan pulang, orang-orang di sekitar kebun kweni mengambil puluhan buah kweni yang sudah tercincang dan terhampar di rumput.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved