LINGGA TERKINI
Penantian Panjang Warga Marok Kecil Dapatkan Air Bersih
Warga Marok Kecil kin tak susah lagi mendapat air bersih. Mereka kini bisa menikmati kebutuhan dasar masyarakat itu dengan mudah.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Penantian panjang warga Desa Marok Kecil untuk mendapat air bersih dengan mudah dan layak tersampaikan sudah.
Mereka mendapat salah satu kebutuhan dasar manusia itu jelang HUT ke-18 Kabupaten Lingga, Sabtu (20/11/2021).
Bupati Lingga, Muhammad Nizar bahkan meresmikan langsung pembangunan sarana air bersih di Kecamatan Singkep Selatan itu, Jumat (19/11/2021).
Kepala Desa Marok Kecil, Rusdi mengungkap jika warga tak perlu repot-repot lagi mencari air bersih menggunakan sepeda motor dengan waktu tempuh hingga setengah jam lamanya.
Ia berharap agar pembangunan di daerahnya tak hanya sampai di sini saja, melainkan pembangunan yang lain juga agar bisa digesa.
Baca juga: BREAKING NEWS - Isi Air Bersih ke Kapal, Seorang Pria di Batam Jatuh ke Laut dan Hilang
Baca juga: Warga Pusat Kota Batam Keluhkan Air Bersih, Terjadi Menahun?
Salah satunya pembangunan jematan yang menjadi salah satu akses vital bagi masyarakat desa.
Menurutnya, jika hanya dilakukan rehab saja, dana yang terpakai akan habis begitu saja.
“Dulu kami harus bawa motor bawa jerigen untuk mencari air bersih. Sekarang pulang ke rumah, tinggal putar saja. Alhamdulillah ini hal yang luar biasa bagi kami,” ucap Rusdi.
Tokoh masyarakat setempat, Idris Acam menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah yang telah hadir membangun Desa Marok Kecil, terutama pembangunan sarana air bersih yang telah lama diidam-idamkan masyarakat.
“Akhirnya air bersih sampai juga ke tempat kami, seperti mimpi rasanya. Ini cukup luar biasa, kami mengucapkan ribuan terima kasih yang luar biasa kepada Pemkab Lingga atas semua pembangunan ini,” ungkapnya.
Menyambut usulan tersebut, Muhammad Nizar menjelaskan bahwa Pemkab Lingga tetap berkomitmen, akan membangun jembatan tersebut selama masa pemerintahannya.
Namun diakuinya, bahwa saat ini APBD tahun 2022 masih sedikit merangkak.
Baca juga: SPAM Batam Umumkan Gangguan Suplai Air Bersih Hari Ini, Berikut Lokasinya
Baca juga: Transformasi Digital di Perusahaan Air Bersih dengan SPARTA Smart Solution
Akan tetapi, ada beberapa program prioritas yang menjadi kerja-kerja yang harus dituntaskan nantinya.
“Kami sudah mulai menyicil untuk tahun 2022. Sudah kami anggarkan dan disetujui untuk 2022 mendatang sebesar 1,5 miliar. Dan ini kami ajukan untuk 2 tahap, memungkinkan akan memakan biaya 5 miliar,” bebernya.
Terkait peresmian air bersih di Desa Marok Kecil tersebut, ia mengajak masyarakat setempat untuk menjaga dan merawat sarana tersebut dengan sebaik-baiknya, mengingat tidak mudah untuk membangun fasilitas tersebut.
Ia menuturkan, perlu langkah dan upaya yang panjang, sehingga perlu disyukuri dengan cara merawatnya.
“Untuk ini 8 miliar Rupiah. Jadi kami mohon dengan sangat, harus dirawat, dijaga. Kalau perlu itu lokasi tangki air dipagari dan diberi pembatas, karena tidak gampang untuk mengusahakan ini,” ujar Nizar.
Lebih jauh Nizar mengharapkan kejelasan atas pengelolaan air tersebut.
Apakah nantinya akan dikelola oleh desa melalui BUMDes-nya atau oleh PDAM.
“Rembuk kan saja dulu, saya kasi waktu satu minggu lah, nanti baru diputuskan bersama, apakah desa yang mengelola, atau bagaimana,” jelasnya lagi.
Ia berharap, dengan masuknya air bersih yang telah dialirkan ke rumah-rumah ini, akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.
Baca juga: Target Unit Kerja 2022 Dipatok Rp 1,39 Triliun, BP Batam Bidik Layanan Air Bersih
Baca juga: Air Bersih hanya Mengalir Beberapa Jam, Warga Tanjunguncang Mengadu ke DPRD
Tak Susah Lagi
Kesulitan untuk mendapat air bersih sebelumnya tak hanya dialami warga Desa Marok Kecil saja.
Mengangkut air bersih dari sumur ternyata sudah jadi aktivitas warga Desa Kelombok, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.
Sudah puluhan tahun warga desa di sana menjalani aktivitas rutin itu, hanya untuk bisa menikmati air bersih.
Namun kini warga tak perlu repot-repot lagi mengangkut air dari sumur.
Itu setelah bantuan dari Pemkab Lingga mewujudkan impian itu melalui dinas PUPR tahun 2021 bersama pemerintah pusat merealisasikan janji mereka.
Walupun masih tahap percobaan, akan tetapi air tersebut sudah nampak mengalir untuk warga Desa Kelombok.
Tepatnya Minggu (3/10), air bersih itu sudah mengalir lancar ke rumah-rumah warga.
Sekdes Kelombok Madi menyampaikan, masyarakat Desa Kelombok sangat memerlukan air bersih karena hampir semua bertempat tinggal di pingiran laut.
Baca juga: Warga Keluhkan Distribusi Air Bersih Macet di Teluk Keriting Tanjungpinang
Baca juga: Utusan Minta BP Batam Evaluasi Pelayanan Air Bersih SPAM Batam
Ia menuturkan, dengan adanya kucuran dana untuk peningkatan pembangunan infrastruktur di bidang air bersih untuk masyarakat miskin, kondisi pengerjaan bangunannya saat ini hampir selesai.
Ia melanjutkan, air bersih bagi masyarakat Desa Kelombok merupakan sesuatu hal yang langka dan mahal jika dihargakan.
Bagaimana tidak, lokasi desa yang paling dekat dengan puncak Gunung Daik tersebut, membuat warga tidak memiliki sumber mata air.
"Di sini cuma ada sumur umum untuk warga mengambil air, itu pun disaat musim panas sering terjadi kemarau karena mata airnya kurang kuat,” ucap Madi, Senin (4/10/2021).
Madi menjelaskan, untuk kebutuhan air bersih, warga sehari-hari terpaksa mengambil di sumur umum yang ada di kampung.
Harapan baru muncul saat Bupati Lingga, Muhammad Nizar melakukan kunjungan kerja ke Desa Kelombok.
Warga berharap ada bantuan pembangunan saluran air bersih.
Baca juga: ATB tak Lolos Prakualifikasi Lelang Pengelola Air Bersih, Boleh Ajukan Sanggahan dalam 5 Hari Kerja
Baca juga: Tiga Masalah Utama Penyediaan Air Bersih Ini Beres dengan SPARTA Smart Solution
Hal itu dikabulkan oleh Pemrintah Kabupaten Lingga, setelah melalui proses panjang.
“Alhamdulillah, sejak saya kecil baru kali ini merasakan air sebanyak ini.
Di sini memang sejak nenek moyang sampai sekarang kesulitan air bersih.
Sekarang dengan adanya bantuan air sudah mengalir ke rumah-rumah kami,” ujarnya.
Lebih lanjut, Madi menyampaikan walaupun masih tahap percobaan, sekarang masyarakat bisa memanfaatkan air ini dengan baik.
“Mudah-mudahan, tidak ada lagi cerita warga mengantre air dengan bawa ember,” tambahnya.(TribunBatam.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Lingga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/peresmian-air-bersih-desa-marok-kecil-oleh-bupati-lingga.jpg)