TIPS SIMPAN MAKANAN
TIPS Simpan Frozen Food agar Awet Berbulan-bulan dan Tetap Layak Konsumsi
Frozen food juga bisa jadi solusi untuk camilan anak-anak yang praktis, olahan lauk utama yang tak rumit, hingga kreasi unik lainnya.
TRIBUNBATAM.id - Makanan olahan beku atau frozen food kerap dijadikan stok makanan di rumah karena kepraktisannya.
Makanan olahan cepat saji ini salah satu jenis makanan yang cocok buat kamu yang tak punya banyak waktu untuk memasak.
Frozen food juga bisa jadi solusi untuk camilan anak-anak yang praktis, olahan lauk utama yang tak rumit, hingga kreasi unik lainnya.
Produk jenis ini juga cocok digunakan selama pandemi karena bisa bertahan lama, sehingga kamu tak perlu terlalu sering keluar rumah.
Namun, menyimpan frozen food juga harus dilakukan dengan cara yang tepat.
Tentu saja agar kondisinya tetap dalam keadaan baik dan bisa bertahan selama berbulan-bulan.
Baca juga: Jangan Makan Roti Tawar Bareng 3 Bahan Makanan Ini, Bisa Bikin Hipertensi hingga Stroke
Baca juga: 3 Cara Simpan Bumbu Dapur agar Awet dan Tak Mudah Berjamur
Berikut ini tips cara simpan frozen food yang baik dan benar.
1. Simpan di freezer
Setibanya dari supermarket sebaiknya langsung simpan frozen food di dalam freezer.
Dengan begitu, frozen food yang sempat mencair dalam perjalanan bisa langsung membeku kembali.
Menurut owner frozen food merek Hoki Foods, Astri Putri Ardi, jika disimpan di dalam freezer maka frozen food bisa bertahan berbulan-bulan.
Jangan simpan frozen food di dalam chiller.
2. Simpan di wadah tertutup
Simpan frozen food di dalam wadah yang tertutup rapat. Khususnya jika produk sudah dikeluarkan dari kemasan aslinya.
Kamu sebaiknya menyimpan nugget atau karaage yang sudah dibuka kemasannya di dalam wadah kedap udara.
Seperti dilansir dari The Spruce Eats, wadah tertutup rapat sangat penting digunakan agar tekstur, rasa, dan warna makanan yang dibekukan tidak berubah.
Gunakan plastik khusus untuk freezer atau wadah plastik kedap udara khusus untuk makanan beku.
Jika menyimpan dengan plastik, hindari terdapat udara hampa di dalam plastik. Udara hampa akan membuat makanan lebih cepat menurun kondisinya.
Jangan gunakan plastik atau wadah yang memang tidak diperuntukkan masuk ke dalam freezer, atau bahkan tidak bisa digunakan untuk makanan sama sekali.
Pasalnya, wadah jenis tersebut mengandung bahan kimia yang berbahaya untuk tubuh.
Baca juga: Mau Tampil Cantik Mempesona? Kenali Jenis Perawatan yang Bisa Bikin Wajah Kinclong
Baca juga: Cara Belanja Online di Aplikasi Maxim, Bisa Pesan Makanan dan Belanja Kebutuhan Harian Sekaligus
3. Olah dalam sekali habis
Olah frozen food dalam sekali habis.
Jika frozen food sering dicairkan kemudian dibekukan kembali, cenderung akan memengaruhi kualitas dan juga rasa.
4. Kemas ulang dalam ukuran kecil
Untuk menyiasati hal tersebut, disarankan untuk mengemas kembali frozen food dalam ukuran yang kecil-kecil.
Pisahkan frozen food ke dalam beberapa tempat, jangan masukkan semua ke dalam satu wadah besar sekaligus.
Kamu bisa langsung melakukannya saat baru membeli frozen food.
Ketika baru sampai di rumah sehabis membeli frozen food, biasanya produk dalam kondisi yang tidak terlalu beku.
Kamu bisa dengan mudah membongkar dan memisahkannya ke dalam beberapa tempat.
Dengan begitu, setiap kali ingin mengolah frozen food kamu tak perlu mengeluarkan keseluruhan produk.
Kamu hanya perlu mengeluarkan satu kotak produk saja yang memiliki jumlah frozen food cukup untuk sekali makan.
Baca juga: Termasuk Makanan Cepat Saji, Ini 5 Makanan yang Jadi Pemicu Timbulnya Jerawat
Baca juga: Cara Simpan Jengkol dan Petai agar Tahan Berbulan-bulan, Bisa untuk Stok Jualan
Dengan begitu, sisa frozen food yang ada di wadah lainnya tidak akan terganggu, akan tetap beku dan dalam kondisi baik.
5. Tulis tanggal kedaluwarsa
Terakhir, kamu bisa menulis tanggal kedaluwarsa frozen food yang kamu beli.
Biasanya di kemasan frozen food sudah tertera tanggal kedaluwarsa makanan tersebut.
Tuliskan tanggal tersebut pada wadah yang kamu gunakan untuk menyimpan produk di dalam freezer. Khususnya jika kamu menggunakan kemasan plastik atau wadah plastik baru.
Dengan begitu, kamu bisa tahu kapan batas maksimal mengonsumsi makanan tersebut.
(*)