WISATA KEPRI
Wisata Kuliner Kepri Ini Ternyata Punya Sejarah Zaman Penjajahan, Dekat dengan Pelabuhan
Destinasi wisata Kepri ini tak hanya dikenal sebagai surganya kuliner saja. Namun menyimpan sejarahnya.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Destinasi wisata di Lingga, Provinsi Kepri ini menyimpan sejarahnya.
Kini, lokasinya menjadi salah satu pusat keramaian di kabupaten yang dipimpin Muhammad Nizar dan Neko Wesha Pawelloy itu.
Tanjung Buton namanya.
Ia terletak di Daik, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.
Tanjung Buton tak hanya menjadi pusat wisata kuliner, namun menjadi pusat pelabuhan utama.
Pengunjungnya tak hanya berasal dari wisatawan lokal saja, wisatawan mancanegara tercatat pernah mengunjungi lokasi ini.
Baca juga: Wisata Kuliner Kepri Ini Tawarkan Aneka Makanan Khas Melayu, Harganya Murah Meriah
Baca juga: Batam Punya Wisata Hutan yang Keren, ada Kampung Indiannya Lho
Namun dibalik itu semua, Tanjung Buton sendiri mempunyai sejarah singkat pada zaman kerajaan Riau-Lingga.
Pemerhati sejarah dari Staf Dinas Kebudayaan Lingga, Lazuardy menceritakan pada awalnya bersumber dari cerita rakyat, Tanjung Buton memiliki cerita dua versi.
Versi pertama Lazuardi menjelaskan, sebelum nama Tanjung Buton itu berasal dari nama Tanjung Putus, karena pulau di depannya putus dengan pulau yang ada di gerbang pertama memasuki Tanjung Buton.
Selanjutnya versi yang kedua mengatakan, bahwa Tanjung Buton itu diambil karena banyaknya tumbuhan 'Buton' yang berada di tepi-tepi pantai.
"Pohon Buton itu seperti Tapang yang tumbuh di tepi-tepi pantai, buahnya hampir bentuk empat persegi. Jadi banyak ditumbuhi tanaman Buton waktu itu, makanya dinamakan Buton," kata Lazuardy kepada TribunBatam.id, Senin (29/11/2021).
Lazuardy menjelaskan di zaman Kesultanan Riau-Lingga, Tanjung Buton mempunyai peran penting. Apalagi menjadi tempat lintasan orang dari luar.
Selanjutnya, dia melanjutkan di tahun 1911 terdapat banyak aktivitas di Tanjung Buton.
Baca juga: Mengenal Kuliner Unik Khas Melayu di Kepri, Paling Nikmat Disantap Bareng Keluarga
Baca juga: Lokasi Wisata Batam Ini Menyatu dengan Alam, Cocok Buat Berakhir Pekan
"Karena di Tanjung Buton itu dijadikan tempat Asisten Residen Belanda, yang sumber lisannya mengatakan bahwa Belanda itu meletakkan Asisten Residen itu tidak lain dan tidak bukan untuk turut memantau gerak gerik Sultan Riau-Lingga pada waktu itu," katanya.
Bahkan Lazuardy menerangkan, penjara pertama di Lingga dibangun di Tanjung Buton hingga pindah ke Daik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/wisata-kuliner-tanjung-buton-lingga.jpg)