KEPRI TERKINI
Data HIV/AIDS di Kepri, Tanjung Pinang Paling Banyak Usia Produktif
Berikut data HIV/AIDS di Kepri. Pemerintah terus berusaha untuk menekan bertambahnya penderita penyakit yang menyerang kekebalan tubuh ini.
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Dunia tak hanya disibukkan dengan pandemi covid-19.
Human Immunodeficiency Virus (HIV) - Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) menjadi atensi sejumlah negara belahan dunia.
Apalagi sejak 1 Desember setiap tahunnya dimana dunia memperingati hari AIDs sedunia.
Dimana tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap virus tersebut.
Sejak diperkenalkan pada publik sebagai penyakit mematikan pada 1 Desember 1982, AIDS sudah menjangkit lebih dari 75 juta orang dan 32 juta diantaranya meninggal dunia.
Data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa pada tahun 2020 kasus HIV turun 16,5 persen dari 50.282 kasus pada 2019 menjadi 41.987 pada 2020.
Baca juga: Penggiat HIV/AIDS Kritik Penanganan HIV/ AIDS di Batam, Terlupakan saat Pandemi Covid-19
Baca juga: 348 Warga Batam Terinfeksi HIV AIDS, Kebanyakan Pria Penyuka Sesama Jenis
Namun, sebaliknya pada kasus AIDS mengalami peningkatan 22,78 persen dari 7.036 pada 2019 menjadi 8.639 pada 2020.
Sementara itu, jumlah komulatif kasus HIV/AIDS yang terdeteksi pada periode Januari-Maret 2021 sebanyak 9.327.
Rinciannya 7.650 HIV dan 1.677 AIDS yang dilaporkan 498 Kabupaten dan Kota dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia.
Untuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sendiri pada periode Januari-Maret 2021 atau triwulan l untuk ODHA ditemukan 153 orang.
Kemudian, ODHA mulai Anti Retro Viral Treatmen (ATR) sebanyak 149 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Muhamad Bisri menyampaikan, telah melakukan beberapa upaya dalam menurunkan prevalansi HIV.
"Pertama dengan pengembangan layanan HIV atau testing dan pengobatan di 7 Kabupaten/Kota.Lalu, penerapan kebijakan test dan treat disemua layanan pengobatan HIV,"sebutnya, Rabu (01/12/2021).
Selanjutnya, identifikasi ODHA yang belum ART dan ODHA yang FLU dan berkoordinasi dengan LSM penjangkau, serta pendamping dalam penelusuran ODHA.
"Kita juga menghitung sasaran tes HIV tiap Kabupaten/Kota dan dilakukan tes HIV untuk pencapaian standar pelayanan minimal. Tak kalah pentingnya lagi, dengan melakukan monitoring dan evaluasi dalam pencatatan pelaporan termasuk validasi data HIV, TB-HIV serta triple eliminasi tingkat fasilitas kesehatan," tambahnya.
Baca juga: Penderita Penyakit HIV/AIDS Aman untuk Divaksin, Berikut Penjelasan Ahli
Baca juga: Covid-19 Cases in Riau Islands Increase, TNI-Polri Intensify Health Protocol Raids
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/27112019ilustrasi-penyakit-hiv-aids.jpg)