Minggu, 3 Mei 2026

LINGGA TERKINI

Lingga Catat 20 Penderita HIV AIDS, Dinkes Klaim Terendah se-Kepri

Dinkes Lingga merinci angka penderita HIV AIDS hingga Desember 2021. Mereka bahkan mengklaim jumlahnya terendah dibanding daerah lain di Kepri.

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Febriyuanda
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Lingga, Wirawan Trisna Putra mengungkap angka penderita HIV AIDS. 

Apalagi sejak 1 Desember setiap tahunnya dimana dunia memperingati hari AIDs sedunia.

Dimana tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap virus tersebut.

Sejak diperkenalkan pada publik sebagai penyakit mematikan pada 1 Desember 1982, AIDS sudah menjangkit lebih dari 75 juta orang dan 32 juta diantaranya meninggal dunia.

Data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa pada tahun 2020 kasus HIV turun 16,5 persen dari 50.282 kasus pada 2019 menjadi 41.987 pada 2020.

Namun, sebaliknya pada kasus AIDS mengalami peningkatan 22,78 persen dari 7.036 pada 2019 menjadi 8.639 pada 2020.

Sementara itu, jumlah komulatif kasus HIV/AIDS yang terdeteksi pada periode Januari-Maret 2021 sebanyak 9.327.

Rinciannya 7.650 HIV dan 1.677 AIDS yang dilaporkan 498 Kabupaten dan Kota dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia.

Untuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sendiri pada periode Januari-Maret 2021 atau triwulan l untuk ODHA ditemukan 153 orang.

Kemudian, ODHA mulai Anti Retro Viral Treatmen (ATR) sebanyak 149 orang.

Baca juga: Peringati Hari AIDS Sedunia, Warga Kepri Bisa Tes HIV/AIDS Gratis di RSBK Batam

Baca juga: Tema Hari Aids Sedunia 2020 Solidaritas Global, Ini Makna Pita Merah Simbol HIV/AIDS

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Muhamad Bisri menyampaikan, telah melakukan beberapa upaya dalam menurunkan prevalansi HIV.

"Pertama dengan pengembangan layanan HIV atau testing dan pengobatan di 7 Kabupaten/Kota.Lalu, penerapan kebijakan test dan treat disemua layanan pengobatan HIV,"sebutnya, Rabu (01/12/2021).

Selanjutnya, identifikasi ODHA yang belum ART dan ODHA yang FLU dan berkoordinasi dengan LSM penjangkau, serta pendamping dalam penelusuran ODHA.

"Kita juga menghitung sasaran tes HIV tiap Kabupaten/Kota dan dilakukan tes HIV untuk pencapaian standar pelayanan minimal. Tak kalah pentingnya lagi, dengan melakukan monitoring dan evaluasi dalam pencatatan pelaporan termasuk validasi data HIV, TB-HIV serta triple eliminasi tingkat fasilitas kesehatan," tambahnya.

Sementara itu, data dari Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang, sepanjang tahun 2021 untuk data aktif berobat sebanyak 22 orang, stadium AIDS ada 11 orang, dan meninggal dunia 5 orang.

"Data yang 11 orang stadium AIDS sudah ada masuk dalam data meninggal dunia dan masih pengobatan," sebut dr. Mentari Permata Dewi, sebagai dokter Voluntary Counselling and Testing (VCT) di RSUP RAT.

Baca juga: PON XX Papua 2021, Tiap Kamar Hotel Sediakan Pengaman Gratis untuk Cegah HIV/AIDS

Baca juga: Tema Hari Aids Sedunia 2020 Solidaritas Global, Ini Makna Pita Merah Simbol HIV/AIDS

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved