Kamis, 9 April 2026

China Peringatkan AS Soal Boikot Olimpiade Beijing 2022, Siap Ambil Tindakan Tegas

China berang dengan sikap Amerika Serikat memboikot diplomatik pelaksanaan Olimpiade Beijing 2022.

VCG via GLOBALTIME
China peringatkan Amerika Serikat soalnya sikap boikot diplomatiknya terkait Olimpiade Beijing 2022. Foto atlet China saat mengikuti olimpiade. 

TRIBUNBATAM.id - China memberi peringatan keras kepada Amerika Serikat yang mengumumkan pemboikotan diplomatik terhadap Olimpiade Beijing 2022.

Sikap ini setelah disampaikan beberapa jam setelah muncul laporan jika pemerintahan Joe Biden akan mengumumkan boikot.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki pada Senin (6/12) mengatakan jika Amerika Serikat (AS) mengumumkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

Alasan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) menjadi salah satu hal yang mendasari AS memboikot Olimpiade Beijing itu.

Dengan sikap Amerika Serikat ini, para pejabat AS termasuk presiden tidak akan datang ke Olimpiade Beijing, tetapi para atletnya tetap bertanding.

Baca juga: Perusahaan China hingga Amerika Serikat Sahamnya Rontok Imbas Covid-19 Varian Omicron

Baca juga: Cadangan Migas Laut Natuna Utara yang Diklaim China, Singapura Sempat Dibuat Pusing

Selama berbulan-bulan, Pemerintah AS berusaha menemukan cara terbaik untuk memosisikan diri sehubungan dengan Olimpiade Beijing, yang diselenggarakan pada 4-20 Februari 2022.

Beberapa organisasi hak asasi manusia menuduh Beijing telah menahan setidaknya satu juta warga Muslim di Xinjiang di kamp re-edukasi.

"Pemerintahan Biden tidak akan mengirim perwakilan diplomatik atau resmi ke Olimpiade Musim Dingin dan Paralimpiade Beijing 2022, mengingat genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan RRC yang sedang berlangsung di Xinjiang dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psak.

Menurutnya, mengirim perwakilan pemerintah ke Olimpiade akan menandakan bahwa terlepas dari pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan dan kekejaman di Xinjiang, Olimpiade itu bisnis seperti biasa.

"Dan kami (Amerika Serikat) tidak bisa melakukan itu," lanjutnya.

Menanggapi laporan tadi, Beijing mengatakan langkah seperti itu untuk mencari panggung.

"Saya ingin tekankan bahwa Olimpiade Musim Dingin bukanlah panggung untuk sikap dan manipulasi politik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, dalam konferensi pers reguler pada Senin waktu setempat.

Baca juga: Penjara Super Ketat China Kebobolan oleh Orang Ini Hanya Hitungan Menit, Siapa Dia?

Baca juga: China Usik Laut Natuna Utara Kepri, Desak Indonesia Stop Pengeboran Migas

Ia pun memperingatkan AS agar berhenti membesar-besarkan isu boikot.

"Jika AS bertekad menempuh caranya sendiri, China akan mengambil tindakan balasan yang tegas," lanjut Zhao dikutip dari AFP.

Para aktivis mengatakan, setidaknya satu juta orang Uighur dan lainnya yang berbahasa Turki, sebagian besar minoritas Muslim, dipenjara di kamp-kamp Xinjiang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved