China Peringatkan AS Soal Boikot Olimpiade Beijing 2022, Siap Ambil Tindakan Tegas
China berang dengan sikap Amerika Serikat memboikot diplomatik pelaksanaan Olimpiade Beijing 2022.
China juga dituduh mensterilkan wanita secara paksa dan menerapkan kerja paksa di sana.
Digelar hanya enam bulan setelah Olimpiade Tokyo yang tertunda akibat pandemi, Olimpiade Beijing akan diadakan pada 4-20 Februari dengan pembatasan Covid-19.
NASIB Petenis China
Tidak hanya nasib Olimpiade Beijing 2022, publik sebelumnya sempat dibuat geger dengan pengakuan petenis China, Peng Shuai.
Ia bahkan sempat dikabarkan hilang selama beberapa pekan, meski akhirnya kembali muncul di publik.
Peng Shuai membuat gempar beberapa bulan lalu setelah mengungkap jika dirinya mengalami pelecehan seksual.
Tak tanggung-tanggung. Sosok yang disebutnya merupakan petinggi Partai Komunis China.
Sekaligus mantan Ketua Partai Komunis China, Zhang Gaoli.
Peng Shuai mengungkapkan pelecehan seksual itu lewat media sosial, Weibo.
Meski akhirnya dihapus oleh otoritas negeri tirai bambu itu.
Baca juga: China Buat AS hingga Inggris Cemas, Kembangkan Senjata Mematikan sampai Kecerdasan Buatan
Baca juga: Janji China Bantu Negara di Afrika Terkait Covid-19, Vaksin hingga Investasi Fantastis
Langkah negeri yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping tak sampai di situ.
Pencarian Peng Shuai di internet mendapat sensor oleh Pemerintah China.
Ketua sekaligus Asosiasi Tenis Perempuan (WTA), Steve Simon pun bereaksi terkait apa yang dialami Peng Shuai.
Ia pun mengambil langkah tegas dengan menangguhkan sejumlah turnamen yang rencananya diadakan di China tahun depan, termasuk turnamen akhir musim, WTA Finals.
Seperti dikutip Kompas.tv, Simon pun juga meminta agar diadakan investigasi yang transparan dan menyeluruh tanpa adanya sensor terkait tuduhan Peng Shuai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/rahasia-besar-atlet-china-dengan-mudah-dapatkan-medali-emas-di-olimpiade.jpg)