CORONA KEPRI
941 PMI Masih Jalani Karantina di Rusun Tanjunguncang Batam per 8 Desember 2021
dr Anggita mengatakan, kondisi 941 PMI di Rusun Tanjunguncang Batam itu terpantau sehat. Belum ada temuan PMI terpapar covid-19
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 941 Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih menjalani karantina di Rusun Tanjunguncang, Batam, Kepri.
Informasi yang dikembangkan Tribunbatam.id dari dr Anggita, petugas medis yang menangani PMI di Tanjunguncang, dari 941 PMI itu belum ada temuan yang terpapar Covid-19.
"Kondisi PMI, sehat. Kita selalu laksanakan pemeriksaan dan pengawasan setiap saat," kata dr Anggita, Rabu (8/12/2021).
Ia melanjutkan, untuk menghindari masuknya virus varian baru B.1.1.529 atau Omicron, PMI yang masuk melalui Batam, harus menjalani karantina selama 10 hari.
"Lamanya waktu karantina membuat penumpukan jumlah PMI di Batam. Sementara kedatangan terus terjadi hampir setiap hari," kata Anggita.
Sementara itu untuk pelaksanaan swab PCR terhadap PMI, tetap sama dilaksanakan sebanyak dua kali.
Pemeriksaan awal dilaksanakan saat tiba di Pelabuhan International Batam, dan swab kedua dilaksanakan setelah menjalani karantina di Batam.
Baca juga: Rakor Tertutup Pemko Batam dengan FKPD, Bahas Persoalan Buruh hingga Pemulangan PMI
PMI Antre Masuk Batam
Sebelumnya diberitakan, dampak covid-19 varian Omicron yang terdeteksi di Malaysia mulai dirasakan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Mereka terpaksa masuk daftar antrean untuk bisa masuk ke Batam, Provinsi Kepri dan pulang ke kampung halamannya.
Jumlahnya pun fantastis. Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316 Batam, Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan mengungkap jika terdapat 7 ribu PMI yang menunggu antrean untuk bisa dipulangkan hingga 31 Desember 2021.
Mereka keluar dari Malaysia melalui dua pelabuhan di sana.
Yakni Pelabuhan Stulang Laut dan Pelabuhan Pasir Gudang Johor.
Ribuan PMI yang masuk daftar antre untuk bisa pulang ke tanah air ini bukan tanpa alasan.
Pengetatan pintu masuk serta lamanya masa karantina menjadi 10 hari tak imbang dengan kapasitas tempat karantina yang ada di Batam diketahui menjadi penyebabnya.
Baca juga: Kadinkes Batam Ungkap Bahaya Covid-19 Varian Omicron Meski Tidak Lebih Mematikan
Baca juga: Batam Dekat Singapura Malaysia, Bagaimana Cara Mencegah Covid-19 Varian Omicron?
Sigit menjelaskan, jika sesuai arahan pemerintah pusat, masa karantina bagi PMI dari luar negeri diperpanjang menjadi 10 hari.
Tujuannya tak lain untuk mencegah masuknya virus corona varian baru B.1.1.529.
Perpanjangan masa karantina ini diatur dalam surat edaran satgas penanganan Covid-19 No 23 tahun 2021 tentang protokol kesehatan perjalanan Internasional yang berlaku mulai Jumat (3/12/2021).
Hal ini merupakan keputusan hasil rapat koordinasi tingkat menteri pada tanggal 1 Desember 2021 lalu.
"Saat ini PMI yang sudah mendaftar untuk dipulangkan dari Malaysia melalui Batam, di dua pelabuhan di Malaysia yakni pelabuhan Stulang Laut Malaysia dan pelabuhan Pasir Gudang Johor Malaysia, sebanyak 7.000 orang," ungkap Sigit.
Ia menjelaskan, sesuai hasil rapat koordinasi antara tim satgas covid-19 dan Pemko Batam, disepakati penambahan tempat karantina yang dapat menampung hingga 1.800 orang.
Untuk tempat karantina PMI di Kota Batam terpusat pada tiga rusun di Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji.
Di antaranya Rusun Batamec, Rusun Putra Jaya dan Rusun BP Batam.
Dia menjelaskan sampai akhir Desember pemulangan PMI akan dilaksanakan sesuai dengan kapasitas tempat karantina yang tersedia.
Sementara untuk mencegah masuknya virus varian baru B.1.1.529 atau omicron yang kemungkinan dibawa oleh PMI.
Selain memperpanjang masa karantina menjadi 10 hari, pengawasan dan pemeriksaan kesehatan PMI, baik setelah tiba di Batam, dan saat menjalani karantina akan diperketat.
Baca juga: Perusahaan China hingga Amerika Serikat Sahamnya Rontok Imbas Covid-19 Varian Omicron
Baca juga: Inilah Fakta-fakta Covid-19 Varian Omicron yang Sudah Terdeteksi di Malaysia dan Singapura
"Petugas medis terus siap siaga, di lapangan terlebih di tempat karantina," katanya.
(Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Corona Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0812rusun-batamec-tanjunguncang.jpg)