BATAM TERKINI
Rakor Tertutup Pemko Batam dengan FKPD, Bahas Persoalan Buruh hingga Pemulangan PMI
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengungkap 7 poin penting dalam rakor bersama FKPD yang digelar secara tertutup.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) menggelar rapat koordinasi (rakor) tertutup jelang akhir tahun 2021.
Rapat yang berlangsung sejak pukul 15.30 hingga pukul 18.00 WIB ini, diakui Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad membahas 7 poin penting.
Di antaranya persoalan buruh yang menolak ketetapan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) 2022 yang sebelumnya telah ditetapkan pemerintah.
Aksi demo pun rencananya masih berlangsung sampai hari ini, Rabu (8/12/2021) serta serentak digelar pada sejumlah lokasi di Provinsi Kepri.
Hingga rencana pemulangan ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Amsakar Achmad mengatakan salah satu pembahasan utama dalam rakor adalah pengamanan serta antisipasi Natal Tahun Baru (nataru).
Baca juga: Amsakar Sesalkan Aksi Buruh Batam, Gelar Demo Sampai Picu Kemacetan Panjang
Baca juga: INI Rahasia Pemko Batam Berhasil Penghargaan Valuation Award BMD Terbaik Pertama
Meskipun pemerintah pusat sudah membatalkan rencana PPKM level 3 yang bakal berlaku di seluruh Indonesia, namun penambahan kasus baru covid-19 khususnya di Batam tetap menjadi atensi mereka.
Selain itu, rakor juga akan membahas persoalan stok komoditi pangan jelang Nataru.
Untuk pengamanan Nataru, menurut Amsakar sudah ada prosedur tetap (protap) yang disiapkan dari unsur anggota Polri dan TNI.
Nantinya akan ada penjagaan di pintu masuk seperti pelabuhan, dan bandara. Serta pengamanan saat perayaan Natal dan menyambut tahun baru mendatang.
"Pak Kapolres sebutkan tadi semua sudah siap, dan untuk personil pengamanan juga tidak ada masalah. Nantinya akan ada pemantauan dan pengawasan di rumah ibadah umat kristiani," ujar Amasakar usai memimpin rapat di Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Selasa (7/12/2021) malam.
Ia menambahkan persoalan yang cukup mendesak saat ini adalah, persiapan tempat karantina bagi PMI selama pemberlakuan masa karantina selama 10 hari.
Saat ini sudah ada 1.568 PMI yang ditempatkan di rusun.
Selanjutnya berdasarkan informasi sudah ada kurang lebih 7 Ribu PMI yang akan masuk dan menunggu jadwal keberangkatan menuju Batam.
Baca juga: PENGAKUAN Buruh Batam Terkait Gaji yang Selama Ini Diterima, Take Home Pay di Bawah UMK
Baca juga: Ribuan PMI Asal Malaysia Antre Masuk Batam hingga Akhir Tahun, Imbas Covid-19 Varian Omicron
Mengingat banyaknya jumlah tersebut, muncul persoalan untuk tempat karantina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/wawako-batam-amsakar-achmad-soal-rakor-tertutup-dengan-fkpd.jpg)