LINGGA TERKINI
Cerita Korban Selamat Cuaca Ekstrem, Rumah hingga Kebun Hancur Dihantam Gelombang
Cuaca ekstrem menyisakan cerit tersendiri bagi warga pesisir Kepri. Adni salah satunya. Berikut kisahnya selamat dari terjangan gelombang laut.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Fenomena air laut pasang atau banjir rob di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri menyimpan banyak cerita di baliknya.
Banjir rob diketahui menerjang sejumlah wilayah pesisir di kabupaten ini.
Fenomena musiman akhir atau awal tahun ini terjadi di salah satu wilayah, yakni Kecamatan Singkep Pesisir.
Akibat banjir rob itu pun, gelombang laut menerjang badan jalan di beberapa Desa Singkep Pesisir, yang membuat sampah berserakan di permukaan aspal.
Masyarakat dan pengendara selalu waspada saat melintasi area tersebut, yang sudah terbiasa dengan situasi ini.
Salah satu cerita salah seorang warga Desa Sedamai, Adni yang turut merasakan bagaimana fenomena banjir rob ini pernah merobohkan rumahnya.
Baca juga: WASPADA Cuaca Ekstrem! Selain Banjir Rob, Gelombang Laut Rusak Sampan dan Pondok Daerah Ini
Baca juga: Banjir Rob Setinggi Betis Orang Dewasa Genangi Rumah Warga di Tanjungpinang
Beberapa puluhan tahun sebelumnya, rumah Adni pernah dibangun di area tepi pantai tersebut.
Namun, rumah yang ia anggap cukup besar itu roboh akibat gelombang laut musiman yang menghantam rumahnya.
"Rumah kami di sini habis roboh, sepeser pun tidak dapat bantuan. Itu rumah kami di depan ini, rumah bapak kami bersama adik beradik kami," kata Adni kepada TribunBatam.id, Rabu (8/12/2021).
Saat itu pun tidak hanya rumah milik mendiang orangtuanya, namun juga beberapa pohon-pohon tanamannya ikut hancur saat memasuki banjir rob.
"Sekarang sudah nampak berkurang, dulu besar gelombangnya, masuk angin darat dan laut bercampur.
Di sini dulu ada 3 atau 4 rumah, sekarang cuma satu rumah," ungkap Adni sambil menunjuk pesisir pantai, tempt rumahnya pernah berdiri.
Ia mengungkapkan, banyak bebatuan laut di sini diambil, sehingga menjadi salah satu penyebab gelombang laut besar sampai menerjang jalan.
"Dulu bapak kami ada nanam keledek, singkong, cabe di dekat pantai ini, tapi dah habis semua disapu ombak waktu itu. Seingat saya kejadiannya di tahun 80 atau 90-an la," tuturnya.
Adni pun menuturkan, bahwa camat sebelumnya mengimbau masyarakat agar warga tidak membangun rumah di bibir pantai.
Baca juga: Banjir Rob Terjang 6 Kecamatan, Warga Bersiap Banjir Air Pasang Susulan
Baca juga: Air Laut Pasang, Belasan Rumah di Singkep Pesisir Lingga Terendam Banjir Rob
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/penyintas-banjir-rob-di-lingga.jpg)