Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Ketika Kejati Kepri Diminta Usut Tuntas Kasus Korupsi Natuna hingga Tanjung Pinang

Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Kepri meminta Kejati Kepri menyelesaikan 'PR' penanganan kasus korupsi mereka sampai tuntas.

TribunBatam.id/Noven Simanjuntak
Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Kamis, (9/12/2021). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati hari ini, Kamis (9/12/2021) menjadi momentum bagi Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Provinsi Kepri.

Mereka menggelar aksi di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.

Jumlah mereka terpantau hanya berjumlah 7 orang.

Namun aksi mereka setidaknya membuat publik ingat jika masih ada pengungkapan kasus korupsi di Kepri yang belum tuntas.

Sebut saja kasus tambahan penghasilan bagi ASN Pemko Tanjungpinang.

Serta kasus tunjangan perumahan pimpinan DPRD Natuna tahun 2011 hingga 2015.

Mereka berharap benar lewat hari anti korupsi sedunia, penyidik Kejati Kepri bisa mencetak prestasi.

Baca juga: Berakhir Agustus 2021 Silam, BP Batam Perbarui Kerjasama dengan Kejati Kepri

Baca juga: Mantan Kades dan Bendahara Desa Berindat di Lingga Ditahan Kejari Gegara Kasus Korupsi

Salah satunya mengusut tuntas kasus korupsi.

Termasuk main mata yang dapat memunculkan mafia-mafia di internal Kejati Kepri.

"Sejak laporan kami dari JPKP pada 14 Oktober yang lalu ke Kejati Kepri terkait dugaan korupsi kasus TPP ASN Kota Tanjungpinang, kiranya ada kesimpulan atau penetapan tersangka. Karena kami menilai kasus ini masuk ke dalam kategori yang ringan," ujar Koordinator lapangan aksi, Budi Prasetyo dalam orasinya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved