Senin, 4 Mei 2026

BATAM TERKINI

Malaysia Singapura Ikut Serta, Batam Gelar Kenduri Seni Melayu Meski Pandemi Covid-19

Tidak hanya dikuti peserta lokal, Kenduri Seni Melayu 2021 Batam juga diikuti perwakilan sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura hingga China.

Tayang:
TribunBatam.id/Argianto DA Nugroho
Penari menampilkan tari kreasi saat memeriahkan pembukaan kenduri seni melayu (KSM) 2021 di Kepri Mal, Batam, Kamis (9/12). KSM yang digelar selama dua hari ini menampilkan berbagai kesenian bumi melayu yang diikuti berbagai peserta dari Tanjungpinang, Batam, Provinsi Riau hingga sejumlah negara. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kenduri Seni Melayu (KSM) 2021 tetap diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam meski kondisi pandemi covid-19.

Ini merupakan salah satu iven tahunan andalan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam.

Mengangkat tajuk, Semarak Seni Gemilang Budaya, KSM 2021 dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) di Atrium Kepri Mall, sejak Kamis (9/12) hingga Jumat (10/12).

KSM 2021 juga bisa disaksikan melalui kanal YouTube Diskominfo Kota Batam.

Tidak hanya dari Batam dan sejumlah wilayah lain di Kepri, Kenduri Seni Melayu ini diakui Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad juga diikuti oleh sejumlah perwakilan negara.

Sebut saja Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam.

Kemudian China, Rusia hingga Australia dan Myanmar.

Baca juga: Momen HUT Batam, Kenduri Seni Melayu Kian Semarang Didukung Kemparekraf RI

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Adat Pernikahan Melayu Lingga di Kepri

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan rasa syukur serta kerja bersama tim yang terlibat berbuah hasil iven yang selalu ditunggu ini tetap terselenggara.

"Atas hal ini kita seyogyanya menyampaikan rasa syukur. KSM tetap konsisten tetap dilaksanakan," ucap Amsakar saat membuka secara resmi KSM 2021.

Amsakar tak menampik tahun ini penyelenggaraan sedikit berbeda karena suasana pandemi.

Ia menyebutkan, bahwa KSM merupakan salah atau iven andalan yang semarak dan menghadirkan banyak sekali tamu da peserta baik dalam negeri maupun luar negeri.

"Seperti Pak Kadisbudpar (Ardiwinata) sampaikan KSM selalu dihadiri banyak sekali peserta. Saya pribadi terus ikuti, hampir setiap tahun dihadiri dari Australia, Rusia, China, Myanmar. Juga Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam," papar Amsakar.

Namun, Amsakar dengan penuh keyakinan bahwa setelah pandemi ini berakhir KSM akan kembali didesain lebih besar dan semarak lagi.

Bukan tanpa alasan, Amsakar menilai Semenanjung Jazirah Melayu sangat besar dan luas sekali.

"KSM ini menjadi romantisme bagi daerah atau negara yang memiliki etnis atau suku Melayu. Mereka bisa berekspresi lewat kegiatan ini," ujarnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved