Minggu, 26 April 2026

Beda Inggris dan Singapura Kasus Covid-19 Varian Omicron, Britania Naikkan Level Waspada

Inggris dan Singapura sebelumnya melaporkan kasus covid-19 varian Omicron. Pemerintah Inggris bahkan menaikkan level waspada.

Tribun Network
Ilustrasi Covid-19 - Inggris menaikkan level waspada setelah kasus baru covid-19 varian Omicron mencapai ribuan. Singapura sebelumnya juga mendeteksi masuknya virus corona varian B.1.1.529 ini masuk negaranya. 

TRIBUNBATAM.id - Kasus covid-19 varian Omicron masih menjsdi sorotan dunia, Inggris salah satunya.

Pemerintah Inggris bahkan telah menaikkan level waspada dari 3 menjadi 4.

Level 4 ini artinya terdapat penularan tinggi dan tekanan terhadap layanan kesehatan terus meningkat dan terus meluas

Kenaikan level waspada itu terjadi setelah muncul lonjakan kasus virus corona varian baru B.1.1.529 hingga 3.137 kasus hingga Minggu (12/12).

Berbeda dengan Inggris, Singapura sebelumnya juga mendeteksi kasus lokal pertama covid-19 varian Omicron pada Kamis (9/12).

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mengungkap jika kedua orang yang positif covid-19 varian Omicron telah mendapat vaksinasi lengkap, bahkan telah menerima suntikan booster.

Kasus lokal pertama merupakan seorang wanita berumur 24 tahun.

Ia bekerja pada area penahanan transit Bandara Changi Singapura.

Baca juga: HEBOH Varian Omicron Siluman Ditemukan, Ini Fakta-faktanya Versi Ilmuan

Baca juga: Covid-19 Delta Plus Sudah Masuk Malaysia, Ini 5 Fakta tentang Turunan Virus Corona Tersebut

Kementerian Kesehatan setempat menduga jika ia telah berinteraksi dengan penumpang transit dari sejumlah negara terdampak Omicron.

Otoritas Singapura menegaskan jika kasus lokal pertama virus corona varian B.1.1.529 itu tidak bekerja di terminal 4.

Dimana sejumlah kasus infeksi Omicron terdeteksi di sana.

Wanita tersebut satu hari sebelumnya atau 8 Desember 2021 menjalani pengecekan kesehatan rutin secara mingguan bersama sejumlah staf bandara Internasional lainnya.

Semua staf bandara sudah menjalani tes PCR setiap minggu dan sebagai tindakan pencegahan tambahan.

Mereka akan menjalani tes cepat antigen setiap hari selama tujuh hari ke depan.

Hasil polymerase chain reaction (PCR)-nya mengungkapkan jejak yang terkait dengan varian Omicron.

Ia kini diminta mengasingkan diri di rumah hingga akhirnya dibawa ke Pusat Nasional untuk Penyakit Menular.

Saat ini, Laboratorium Kesehatan Masyarakat Nasional sedang melaksanakan tes untuk mengonfirmasi varian tersebut.

Baca juga: Apindo Kepri Bakal Gelar Vaksinasi Corona Usia 6 Hingga 11 Tahun, Catat Waktunya

Baca juga: Rencana Batam Karantina 7 Ribu PMI hingga Akhir Tahun Cegah Covid-19 Varian Omicron

Adapun kasus kedua merupakan wanita berusia 46 tahun.

Ia merupakan penduduk tetap yang kembali ke Singapura dari Jerman pada 6 Desember 2021.

Tes sebelum keberangkatannya ia lakukan di Prancis pada 4 Desember dan tes PCR-nya di Singapura pada 6 Desember dengan hasil negatif virus corona.

Kemudian dia mengalami pilek sehari kemudian dan mencari pertolongan medis.

Dia dinyatakan positif Covid-19 pada 8 Desember dan dipastikan memiliki tanda-tanda varian Omicron pada hari berikutnya.

Pelacakan kontak untuk kedua kasus sedang berlangsung dan Depkes mengatakan semua kontak dekat akan ditempatkan pada karantina 10 hari di fasilitas yang ditunjuk dan menjalani pengujian.

Negeri Singa itu sebelumnya melaporkan adanya virus corona varian Omicron pada Kamis (2/12).

Dua kasus impor diketahui berasal dari kedatangan penumpang dari Johannesburg, Afrika Selatan.

Terkait banyaknya kasus baru covid-19 varian Omicron, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sebelumnya mempertimbangkan untuk menerapkan pembatasan virus corona 'Rencana C' yang lebih ketat.

Langkah-langkah Rencana B baru saja diumumkan dalam upaya mengekang penyebaran varian Omicron.

Namun kini para menteri dilaporkan menyusun rencana baru yang lebih ketat untuk tahun baru.

Rencana B yang diumumkan oleh Perdana Menteri pada hari Rabu (8/12/2021) lalu di antaranya diberlakunya kembali bekerja dari rumah.

Kemudian perlunya paspor vaksin untuk acara-acara besar dan diwajibkannya memakai masker.

Baca juga: Ribuan Warga Batam Belum Dapat Vaksin Corona, Dinkes Klaim Capaian Hampir 100 Persen

Baca juga: Batam Dekat Singapura Malaysia, Bagaimana Cara Mencegah Covid-19 Varian Omicron?

Secara spesifik Rencana C belum ditetapkan.

Tetapi Manchester Evening News melaporkan Rencana C meliputi diharuskannya masyarakat untuk check-in dengan aplikasi NHS Covid saat masuk pub dan restoran.

Masker juga menjadi hal wajib dipakai di semua tempat di dalam ruangan dan paspor vaksin dapat diperpanjang.

Tinjauan terhadap langkah-langkah Rencana B diharapkan dilakukan pada 5 Januari.

Sebelumnya PM mengatakan langkah-langkah "proporsional dan bertanggung jawab" dapat ditinjau sebelum itu jika dianggap perlu.

Oleh karena itu, pembatasan yang lebih ketat bisa saja diterapkan pada awal Januari tergantung pada bagaimana situasi Omicron selama musim liburan mendatang.

Dilansir Daily Star, varian Omicron diprediksi menjadi varian paling dominan dari Covid-19.

Analisis awal menunjukkan kemungkinan ada beberapa tingkat pengurangan efektivitas vaksin terhadap varian ini.

Para menteri di Inggris telah menghadapi kritik karena memperkenalkan langkah-langkah yang lebih keras.

Muncul kemarahan di Partai Konservatif yang dipicu oleh kecurigaan bahwa pembatasan baru dilakukan sebagai upaya untuk mengalihkan isu dari skandal perdana menteri.

Johnson diduga menggelar pesta staf di Downing Street selama lockdown Desember lalu.

Meskipun begitu, Profesor John Edmunds, anggota Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat (Sage), mengatakan pembatasan adalah "kejahatan yang diperlukan."

Dia mengatakan kepada pengarahan Royal Society of Medicine:

"Saya pikir itu adalah kejahatan yang diperlukan… Pembatasan akan sangat merusak sebagian ekonomi, sektor perhotelan, sektor ritel khususnya – mereka akan terpengaruh."

"Sayangnya, kita harus melakukannya. Tingkat penyebaran virus ini berlipat ganda setiap dua atau tiga hari," ucapnya.

KENALI Ciri-Cirinya

Sudah nyaris dua tahun covid-19 belum juga sirna dari dunia dan meneror banyak negara.

Terdeteksi pada akhir 2019 silam, Covid-19 yang umum diistilahka virus corona sudah entah berapa banyak merenggut nyawa manusia.

Nyatanya kengerian virus ini terletak dari daya tularnya yang luar biasa, termasuk kemampuannya bermutasi.

Baru-baru ini Institut Nasional Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan mengumumkan adanya varian Covid-19 terbaru, yang kemudian dinamai Omicron.

Baca juga: WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk Indonesia Gegara Varian Terbaru Omicron, Ini Daftarnya

Baca juga: Kadinkes Batam Ungkap Bahaya Covid-19 Varian Omicron Meski Tidak Lebih Mematikan

Varian ini terdeteksi dan diumumkan otoritas Afrika Seatan pada 25 November lalu, yang lantas memicu reaksi dari beberapa negara.

Temuan varian Omicron berdasarkan sampel yang diambil dari laboratorium pada 14-16 November 2021.

Dokter bernama dr Angelique Coetzee sekaligus praktisi dan Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan mengatakan, 18 November lalu seorang pasien datang ke kliniknya mengaku sangat lelah, ditambah nyeri tubuh dan sakit kepala.

"Gejala itu sangat mirip infeksi virus umum. Dan karena kami belum melihat pasien Covid-19 selama 8-10 pekan terakhir, kami memutuskan untuk melakukan tes," katanya.

Saat hasil tes keluar ternyata pasien tersebut dan keluarganya positif Covid-19.

Di hari yang sama, ada lebih banyak pasien datang dengan gejala sama seperti pasien sebelumnya.

Di saat itulah Coetzee menyadari bahwa ada sesuatu yang baru dari Covid-19.

Sejak saat itu, setiap hari minimal 2-3 pasien dengan gejala sama datang dan hasil tes Covid-19 mereka positif.

"Kami melihat banyak pasien Covid-19 yang terpapar varian Delta selama gelombang ketiga. Dan ini tidak sesuai dengan gambaran klinis (dari varian Delta)," katanya seperti dikutip dari kompas.com.

Ia menjadi salah satu orang pertama yang mencurigai adanya varian baru Covid-19 tersebut.

Awalnya, ia mengaku ada tujuh pasien datang ke kliniknya dengan gejala Covid-19 berbeda dari varian Delta.(TribunBatam.id) (Tribunnews.com/Tiara Shelavie)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Covid-19 Varian Omicron

Sumber: Tribunnews.com

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved