Kamis, 11 Juni 2026

China Gusar, Minta Amerika Serikat dan Inggris Berhenti Ganggu Urusan Negaranya

China meradang dengan sikap Amerika Serikat (AS) hingga Inggris yang tergabung dalam negara G7 karena dianggap terlalu ikut campur urusan negaranya.

Tayang:
AFP PHOTO/POOL/LINTAO ZHANG
China meminta sejumlah negara khususnya Amerika Serikat dan Inggris untuk berhenti mencampuri urusan negaranya. Foto saat Joe Biden yang saat itu Wakil Presiden Amerika Serikat berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat di Beijing yang diambil pada 4 Desember 2013. 

Sementara Prancis mengambil sikap dengan tidak memboikot acara olahraga tersebut.

Menteri Pendidikan Prancis, Jean-Michel Blanquer mengatakan, olahraga seharusnya dilindungi dari campur tangan politik.

Kepresidenan Prancis sebelumnya pada Rabu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa akan ada reaksi atas masalah ini di tingkat Eropa.

Mereka juga memperhatikan keputusan Amerika Serikat ketika memiliki kekhawatiran tentang hak asasi manusia.

"Mengenai boikot diplomatik, Prancis tidak akan melakukannya," ucapnya seperti dikutip Tribunnews.com.

Sementara Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan pengumuman negara tentang boikot seharusnya tidak mengejutkan bagi China.

Mengingat banyaknya tuntutan negara-negara barat atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Sebelumnya, China telah menyayangkan sikap AS setelah pengumuman boikotnya, dengan mengatakan negara itu akan "membayar harga."

Kementerian luar negeri China Zhao Lijian mengatakan kepada wartawan saat itu untuk menantikan tindak lanjut.

Baca juga: China Tunjukkan Taji, Hukum Negara Eropa Ini Buntut Dukung Taiwan

Baca juga: Cadangan Migas Laut Natuna Utara yang Diklaim China, Singapura Sempat Dibuat Pusing

China secara konsisten membantah tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang dilaporkan secara luas terhadap komunitas minoritas Uyghur di wilayah Xinjiang.

AS semakin meningkatkan berbagai tindakan terhadap China.

Dewan Perwakilan Rakyat AS pada hari Rabu mengeluarkan tiga tindakan terhadap China yang melarang impor dari Xinjiang.

AS mengutuk "genosida yang sedang berlangsung" dan juga kerja paksa di wilayah tersebut, selain dari dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Sebuah resolusi yang mengatakan Komite Olimpiade Internasional melanggar komitmen hak asasi manusianya sendiri dengan bekerja sama dengan China telah disahkan.

Sebanyak 428 suara mendukung dan tidak ada yang menentangnya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved