China Gusar, Minta Amerika Serikat dan Inggris Berhenti Ganggu Urusan Negaranya
China meradang dengan sikap Amerika Serikat (AS) hingga Inggris yang tergabung dalam negara G7 karena dianggap terlalu ikut campur urusan negaranya.
Wang menyebut, jumlah penduduk Amerika Serikat (AS) dan Inggris sebesar sekitar 5 persen dari penduduk dunia dan memiliki perekonomian dan teknologi kedokteran yang maju.
Tetapi kedua negara tersebut, kata Wang, memiliki tingkat infeksi dan kematian akibat Covid-19 sebesar masing-masing 23 persen dan 18 persen.
Dia juga mendorong AS dan Inggris serta negara-negara lainnya untuk meninggalkan praktik-praktik seperti penahanan secara sewenang-wenang terhadap warga negara lain.
Kemudian penekanan tak beralasan terhadap perusahaan-perusahaan tertentu, serta penerapan langkah-langkah koersif yang semena-mena seperti penjatuhan sanksi unilateral yang tidak sah.
Wang menyerukan dibentuknya perdagangan internasional dan lingkungan investasi yang terbuka, inklusif, transparan, dan tidak diskriminatif.
Serta menghormati hak dan kepentingan pembangunan yang sah negara-negara lain.
“Kami mendesak AS dan Inggris meninggalkan mentalitas Perang Dingin, mengoreksi praktik menarik garis-garis ideologi, mempraktikkan multilateralisme yang tulus, dan melakukan sesuatu yang berguna untuk menegakkan solidaritas internasional dan bersama-sama menangani tantangan-tantangan global, ketimbang memecah belah dunia dan membangun hambatan-hambatan artifisial, guna memecahkan berbagai masalah yang dihadapi umat manusia,” ucapnya.
BOIKOT Olimpiade Beijing 2022
Sejumlah negara sebelumnya mengikuti jejak Amerika Serikat (AS) dengan memboikot Olimpiade Musim Dingin Beijing pada 2022.
China pun dibuat meradang dengan sikap sejumlah negara itu.
Beijing menegaskan jika negara yang mengambil sikap dengan tidak mengirim diplomat mereka untuk menghadiri Olimpiade Beijing pada Februari 2022 akan menerima konsekuensi dari langkah yang mereka ambil.
Meski demikian, sejumlah atlet mereka tetap berlaga dalam Olimpiade Beijing 2022.
Negeri Tirai Bambu itu memang dibuat gusar dengan sikap Inggris, Kanada hingga Australia yang mengikuti jejak Amerika Serikat.
Baca juga: Penjara Super Ketat China Kebobolan oleh Orang Ini Hanya Hitungan Menit, Siapa Dia?
Baca juga: China Punya Jebakan Utang Bikin Inggris Waspada, Indonesia Bagaimana?
China menganggap sejumlah negara yang memboikot perhelatan olahraga akbar pada awal tahun 2022 malah menggunakannnya sebagai manipulasi politik.
"Mereka akan menerima konsekuensinya," ujar seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China seperti diberitakan Reuters pada Kamis (9/12) dalam sebuah konferensi pers.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/biden-dan-jinping-bersalaman.jpg)