China Gusar, Minta Amerika Serikat dan Inggris Berhenti Ganggu Urusan Negaranya
China meradang dengan sikap Amerika Serikat (AS) hingga Inggris yang tergabung dalam negara G7 karena dianggap terlalu ikut campur urusan negaranya.
TRIBUNBATAM.id - Langkah China untuk mendominasi dunia mulai dirasakan dampaknya pada sejumlah negara maju.
Inggris dan Amerika Serikat (AS) misalnya. Dua negara ini bahkan secara terbuka akan memboikot diplomatik pelaksanaan Olimpiade Beijing 2022.
Ini artinya sejumlah pejabat negara dan rombongan diplomat dipastikan tidak akan hadir, meski negara mereka tetap mengirim utusan atlet yang akan berlaga pada sejumlah cabang pada 4 Februari 2022.
Berbagai persoalan yang terjadi di China, salah satunya mengenai dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di sana menjadi salah satu penyebabnya.
China sebelumnya juga masih ngotot jika Laut Natuna Utara atau yang disebut sebagian pihak sebagai Laut China Selatan masuk sebagai wilayah kedaulatannya.
Diplomat China bahkan secara berani menyurati Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta meminta menghentikan aktivitas pengeboran minyak dan gas (migas) di sana.
Baca juga: China Kerahkan Pesawat Pengebom di Laut Natuna Utara Hingga Sebar Ranjau Laut
Baca juga: China Meradang, Sejumlah Negara Ikut Amerika Serikat Boikot Olimpiade Beijing 2022
Yang jelas-jelas itu merupakan wilayah kedaulatan Republik Indonesia.
Kepala Badan Intelijen Inggris (MI6) Richard Moore bahkan sebelummnya memperingatkan tentang jebakan utang dan jebakan data oleh China.
Khususnya berbalut dengan kerja sama investasi.
China pun bereaksi dengan sikap prihatin Amerika Serikat dan Inggris tentang persoalan yang terjadi di China.
Lewat juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Webin, ia meminta agar G7 berhenti mengganggu kepentingan China.
Seperti diketahui, Amerika Serikat dan Inggris masuk dalam negara anggota G7.
Termasuk Jepang, Jerman, Kanada, Prancis dan Italia.
China makin terusik setelah muncul pernyataan bersama yang dikeluarkan Menteri Luar Negeri Inggris, Elizabeth Truss sebagai Ketua Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri dan Pembangunan G7 di Liverpool, Minggu (12/12/2021), menyatakan keprihatinan mereka terkait Xinjiang, Tibet, Hong Kong, Laut China Selatan, dan Taiwan.
"Posisi China mengenai masalah ini tetap konsisten dan jelas. Kami mendesak negara-negara seperti AS dan Inggris untuk menegakkan hak hidup dan kesehatan rakyat mereka dan melakukan upaya-upaya untuk mencegah lebih banyak orang kehilangan nyawanya akibat pandemi, ketimbang berbicara mengenai demokrasi dan hak asasi manusia di arena internasional,” ujar Wang seperti dilansir CGTN.
Baca juga: Perusahaan China hingga Amerika Serikat Sahamnya Rontok Imbas Covid-19 Varian Omicron
Baca juga: Cadangan Migas Laut Natuna Utara yang Diklaim China, Singapura Sempat Dibuat Pusing