KESEHATAN
APA Saja 10 Gejala Virus Covid-19 Varian Omicron ? Penularan Lebih Cepat dari Varian Delta
Gejala varian virus corona Omicron tidak jauh berbeda dengan varian Covid-19 umumnya seperti demam, sakit kepala, dan batuk.
TRIBUNBATAM.id - Omicron adalah varian terbaru virus corona yang juga menyebabkan penyakit Covid-19.
Varian ini disebut sebagai salah satu yang sangat cepat dalam menularkan virus.
Keberadaan varian Omicron sendiri telah dilaporkan ke WHO dan menunjukkan penyebaran sangat cepat di Afrika Selatan.
Karena memiliki potensi penularan hingga mencapai 500%, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengklasifikan varian Omicron ke dalam kategori variant of concern (VoC), tanpa melalui kategori varian of interest (VoI).
Kemarin, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengumumkan bahwa Omicron telah terdeteksi masuk ke Indonesia.
Varian baru yang berasal dari Afrika ini mulai terdeteksi oleh Kementerian Kesehatan RI mulai Rabu (15/12) malam.
"Kementerian kesehatan tadi malam mendeteksi ada seorang pasien N, inisialnya, terkonfirmasi omicron pada tanggal 15 Desember," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melalui siaran langsung kanal YouTube Kemenkes RI pada hari ini, Kamis (16/12/2021).
Lantas seperti apa gejala virus Omicron ini?
Baca juga: RAGAM Jus Buah yang Efektif Rontokan Kolesterol Jahat dalam Tubuh, Enak dan Bikin Sehat
Baca juga: Cara Ampuh Menurunkan Berat Badan dengan Jahe, Ikuti 5 Resep Berikut
Gejala varian virus corona Omicron tidak jauh berbeda dengan varian Covid-19 umumnya seperti demam, sakit kepala, dan batuk.
Berikut ini beberapa gejala dari virus Omicron yang dikutip dari Indiatimes dan laporan mingguan yang dirilis Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) bertajuk 'Morbidity and Mortality Weekly Report'.
Dalam laporan mingguan edisi 1-8 Desember 2021, CDC melaporkan Mayoritas penderita Covid-19 varian Omicron terbukti mengalami gejala batuk, mudah lelah, dan pilek atau hidung tersumbat.
"Gejala yang paling sering dilaporkan adalah batuk, kelelahan, dan hidung tersumbat atau pilek. Satu pasien yang divaksinasi dirawat di rumah sakit selama 2 hari, dan tidak ada kematian yang dilaporkan sampai saat ini," tulis CDC dalam laporan tersebut.
Berikut ini sejumlah gejala Omicron dirangkum dari sejumlah sumber:
1. Sakit kepala
Sakit kepala bisa menjadi salah satu gejala Covid-19 varian Omicron.
Berdasarkan studi gejala oleh Zoe Covid (covid.joinzoe.com) yang didanai oleh pemerintah Inggris, menunjukkan bahwa sakit kepala bisa muncul sebagai gejala awal dan ini sebenarnya gejala yang lebih umum.
Dari studi ini menemukan bahwa sakit kepala akibat Covid-19 cenderung nyeri sedang hingga berat.
Kemudian bisa sakit kepala berdenyut, menekan dan menusuk dengan terjadi di kedua sisi kepala.
Sakit kepala biasanya bisa berlangsung lebih dari tiga hari dan cenderung sulit dihilangkan dengan obat penghilang rasa sakit.
2. Pilek
Zoe menemukan bahwa pilek merupakan gejala kedua yang paling sering dilaporkan setelah sakit kepala.
Baca juga: Jadi Ladang Penghasilan, Intip Cara Daftar Menjadi Penjual Kuliner di ShopeeFood
Baca juga: Cara Cek Lokasi Vaksin Covid-19 secara Online Melalui Google Maps dan Covid19.go.id
Zoe menyebut saat angka Covid-19 tinggi maka kemungkinan pilek karena Covid-19 juga tinggi.
Namun mereka menekankan ketika tingkat Covid-19 rendah maka pilek kemungkinannya pilek lebih mungkin disebabkan karena memang alergi atau penyakit lainnya.
Cukup sulit menyebut pilek sebagai gejala definitif umum utamanya selama musim dingin.
3. Bersin
Studi Zoe menemukan bahwa bersin biasanya lebih menjadi tanda Covid-19 pada orang yang sudah divaksin.
Meskipun mereka menekankan bahwa bersin lebih mungkin sebagai tanda pilek atau alergi. Sehingga bersin bukanlah gejala yang umum.
4. Sakit tenggorokan
Sakit tenggorokan pada Covid-19 biasanya cenderung lebih ringan dan berlangsung tak lebih dari 5 hari.
Sehingga apabila sakit tenggorokan lebih lama kemungkinannya dikarenakan sebab lain.
Data Zoe menunjukkan mereka yang terkena Covid-19 biasanya melaporkan sakit tenggorokan meskipun ini biasa terjadi pada orang dewasa.
5. Kehilangan penciuman
Selama ini kehilangan penciuman menjadi indikator terkuat infeksi Covid-19.
Namun hal ini kemungkinan berubah, sehingga seseorang tak perlu kehilangan indra penciumannya sepenuhnya ketika terinfeksi.
Adapun sejumlah ahli meyakini kehilangan penciuman dan atau rasa tidak terjadi pada pasien Omicron
6. Batuk terus menerus
Batuk terus-menerus selama ini disepakati sebagai gejala utama pada Covid-19.
Batuk terus menerus berarti batuk berkali-kali dalam sehari selama setengah hari atau lebih.
Adapun pada Covid-19 biasanya adalah batuk kering dan jarang berupa batuk berdahak.
Baca juga: Hindari Mengonsumsi 8 Jenis Makanan Ini, Beresiko Turunkan Imun Tubuh
Baca juga: Bikin Wajah Cantik Berseri, Ini Cara Membuat Masker Wajah dari Bahan Alami
Batuk terus-menerus biasanya tiba sekitar beberapa hari setelah sakit dan biasanya berlangsung selama empat atau lima hari.
7. Kelelahan
Mengutip dari IndiaTimes gejala Omicron mirip dengan varian sebelumnya, yakni Omicron dapat menyebabkan kelelahan atau kelelahan ekstrem.
Seseorang mungkin merasa lelah, mengalami energi yang rendah dan mungkin memiliki keinginan yang kuat untuk beristirahat, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Namun, penting untuk dicatat bahwa kelelahan mungkin timbul dari alasan lain dan masalah kesehatan juga. Sehingga untuk memastikan Anda perlu melakukan tes untuk memastikan kondisi.
8. Tenggorokan gatal
Menurut dokter Afrika Selatan, Angelique Coetzee, individu yang terinfeksi Omicron mengeluhkan tenggorokan "gatal" daripada sakit tenggorokan.
Meski demikian gatal yang terjadi serasa tidak biasa. Sehingga gatal tenggorokan lebih menyakitkan.
9. Demam ringan
Pada varian Omicron demam yang terjadi memiliki efek yang tidak bertahan lama dibandingkan varian sebelumnya.
Menurut Coetzee varian menginduksi suhu tubuh dengan ringan sehingga tubuh bisa perlahan pulih dengan sendirinya ketika mengalami demam.
10. Keringat malam
Pembaruan Departemen Kesehatan Afrika Selatan, Dokter Umum Unben Pillay menyarankan agar keringat malam dimasukkan sebagai gejala varian Omicron baru.
Keringat malam ini muncul dengan jumlah sangat banyak sehingga pakaian dan tempat tidur menjadi basah bahkan saat berbaring di tempat sejuk.
Perlu dicatat, untuk mengetahui dengan pasti apakah seseorang terkena Covid-19 varian Omicron maka cara terbaik adalah dengan melakukan tes untuk memastikannya. (*)
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/fjsdfsdfsf.jpg)