Breaking News:

Pengusaha di Batam Pecah Kongsi Hingga Rebutan Mobil Mewah, Kini Saling Lapor ke Polisi

Kasus ini bermula dari pengaduan Lewi Ginting, yang mana Lewi Ginting adalah Kuasa oleh saudara Andi Kusuma untuk membuat laporan aduan di Polsek Bata

Editor: Eko Setiawan
Foto Humas Polresta Barelang untuk Tribun Batam
Kapolsek Batam Kota AKP Nidya Astuty W, SIK bersama dengan Wakasat Reskrim AKP Efendi, SH dan Kasi Humas Iptu Tigor Sidabariba, SH 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Adanya penarikan paksa mobil alphard dirumah salah satu pengusaha di Batam berinisial Andi Kusuma sejauh ini sudah dalam proses lidik oleh Polsek Batam Kota.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kapolsek Batam Kota dalam Konfrensi Pers yang digelar di Polresta Barelang, Jumat (17/12/2021) siang.

Dalam Konfrensi pers tersebut, Kapolsek Batam Kota AKP Nindya Astuty mengatakan memang ada laporan yang masuk ke Polseknya terkait penarikan paksa mobil Alphard dengan Nopol BP 369 VK tersebut.

"Itu baru bentuk aduan masuyarakat dan belum bentuk Laporan Polisi (LP). Karena kita meminta bukti kepemilikan dari pihak pemilik mobil terlebih dahulu," sebut Nidya menjelaskan. 

Kasus ini bermula dari pengaduan Lewi Ginting, yang mana Lewi Ginting adalah Kuasa oleh saudara Andi Kusuma untuk membuat laporan aduan di Polsek Batam Kota sehubungan dengan adanya dugaan mobil Alphard BP 369 VK atas nama PT Tanjung Pantun sesuai STNK yang di nyatakan hilang di halaman rumah Andi Kusuma yang beralamatkan di green Central Sukajadi Kota Batam.

Setelah di terimanya laporan aduan polsek Batam Kota sudah melakukan langkah-langkah menyelidikan termasuk mendatangi TKP dan memeriksa 3 orang saksi yakni Lewi Ginting, Security, serta ketua RT dari green Central Sukajadi.

"Mereka semua sudah kita periksa dalam proses lidik. nantinya jika semua sudah jelas baru masul dalam proses sidik," sebutnya lagi.

Diketahui, penyidik Polsek Batam Kota meminta Asli bukti kepemilikan mobil tersbut guna untuk menentukan siapa yang menjadi pemilik sesuai dengan STNK dan BPKB.

Karna pada saat melapor mereka hanya membawa fotocopy STNK atas nama PT. Tanjung Pantun. Selain itu juga ada satu lembar fotokopi kwitansi pembayaran mobil atas nama Andi Kusuma kepada PT Nusa Jaya Mobilindo.

1 lembar fotocopy faktur kendaraan bermotor PT ganda Nusantara atas nama Andi Kusuma.

"Sehingga penyidik membutuhkan bukti bukti yang asli seperti STNK, BPKB, dan dokumen lainya yang mendukung tentang bukti Hak Kepemilikan Andi Kusma," sebutnya.

Terhadap Orang yang mengambil mobil yang di laporkan sampai saat ini masih dalam penyelidikan, sambil menunggu bukti- bukti kepemilikan.

Sementara itu, wakasat Reskrim AKP Efendi mengatakan terkait pengaduan tersebut ada kaitannya terkait laporan polisi yang di laporkan oleh Andi Kusuma di Polresta Barelang pada tanggal 22 november 2019.

Laporkan tersebut adalah Dugaan Tindak pidana penggelapan yang ditujukan kepada Tarman.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved