Senin, 4 Mei 2026

Heboh Varian Omicron, Sudah Masuk RI, Ini 6 Fakta Harus Diketahui

Ilmuwan dari seluruh dunia sedang berlomba-lomba memahami bagaimana penyebaran dan risiko keparahan penyakit yang disebabkan virus Covid-19 Omicron

Tayang:
Kompas.com
Ilustrasi covid varian Omicron - Heboh Varian Omicron, Sudah Masuk RI, Ini 6 Fakta Harus Diketahui 

Lalu, memasuki pekan kedua sejak virus Omicron masuk ke Afrika, kasus rawat inap tercatat kurang dari 2 persen saja.

Meski laporan ini menggembirakan, para ahli mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui apakah varian Omicron memang "lebih ringan" atau apakah ada faktor lain termasuk populasi usia muda di Afrika Selatan.

Baca juga: Kasus Omicron di Indonesia Bertambah 2 Orang, Punya Riwayat ke Inggris

Baca juga: Jenis Masker Disarankan Ahli Cegah Covid-19, AWAS Varian Omicron Sudah Masuk Indonesia

4. Vaksin Omicron masih terus dikaji

Studi laboratorium awal menunjukkan bahwa varian Omicron mungkin resisten terhadap vaksin, meskipun tidak menghindari kekebalan vaksin secara keseluruhan.

Terkait hal ini, para ahli menilai bahwa penelitian lebih lanjut masih sangat diperlukan.

Di sisi lain, riset yang dilakukan di Afrika Selatan menemukan bahwa dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech 70 persen efektif mencegah rawat inap akibat infeksi varian Omicron.

Selanjutnya, data lain juga menunjukkan bawah vaksin booster dapat meningkatkan antibodi untuk mencegah paparan varian Omicron Covid-19 ini.

Hal tersebut juga berlaku pada suntikan dosis ketiga vaksin Moderna yang secara signifikan menaikkan titer antibodi dalam pengujian di laboratorium.

Karenanya, vaksin booster masih terus dikaji terkait kemanjurannya sebagai vaksin Omicron.

Sementara, para ahli setuju vaksin yang tersedia saat ini masih efektif untuk mencegah keparahan penyakit akibat varian jenis apa pun.

Baca juga: KEPRI Waspada Covid-19 Varian Omicron, Gubernur Cemaskan TKI Ilegal

Baca juga: Virus Covid-19 Varian Omicron Ancam Dunia, 37.000 WNI Tetap ke Luar Negeri

5. Varian Omicron telah menyebar di 89 negara

WHO telah mengumumkan, bahwa varian Omicron terdeteksi setidaknya 89 negara.

"Kenyataannya Omicron mungkin ada di sebagian besar negara, meski belum terdeteksi," kata Tedros seperti dilansir dari NPR, Rabu (15/12/2021).

WHO menyebut lonjakan jumlah kasus ini meningkat dua kali lipat dalam kurun waktu satu hingga tiga hari, terutama pada penularan komunitas.

"Omicron menyebar dengan cepat di negara-negara dengan tingkat kekebalan populasi yang tinggi, tetapi belum jelas apakah ini karena kemampuan virus untuk menghindari kekebalan (vaksin), peningkatan penularan atau kombinasi keduanya," ujar WHO seperti dilansir dari The Guardian, Sabtu (18/12/2021).

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved