Heboh Varian Omicron, Sudah Masuk RI, Ini 6 Fakta Harus Diketahui
Ilmuwan dari seluruh dunia sedang berlomba-lomba memahami bagaimana penyebaran dan risiko keparahan penyakit yang disebabkan virus Covid-19 Omicron
Dikutip dari Good to Know, Jumat (17/12/2021) dokter sekaligus Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, Dr Angelique Coetzee memaparkan sejauh ini pasien yang terpapar varian Omicron mengeluhkan sakit kepala, nyeri di seluruh tubuh, dan kelelahan yang parah.
Lebih lanjut, dia berkata gejala varian Omicron sedkit berbeda dari sebelumnya, yakni sakit tenggorokan ringan, gatal di tenggorokan, tidak batuk, serta tidak kehilangan penciuman atau anosmia.
Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebut gejala Omicron yang telah diamati, antara lain:
- Batuk kering dan gatal di tenggorokan
- Kelelahan
- Hidung tersumbat
- Demam
- Mual
- Napas pendek atau kesulitan bernapas
- Diare
Baca juga: RSDC Wisma Atlet Kemayoran Diisolasi 7 Hari Gegara Temuan Kasus Pertama Omicron
Baca juga: Singapura Hadapi Gelombang Covid-19 Varian Omicron, Tingkatkan Pembatasan Mulai 2022
3. Disebut "lebih ringan"
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, laporan awal WHO menemukan varian Omicron "lebih ringan" dibandingkan varian sebelumnya.
Pasalnya, para peneliti menganalisis varian virus baru, dan melihat kasus-kasus di Afrika Selatan, di mana varian Omicron terdeteksi pertama kali menunjukkan bahwa virus ini menyebabkan penyakit tidak separah varian Delta.
Pejabat kesehatan Afrika Selatan menemukan, pasien yang dirawat di rumah sakit akibat terpapar varian Omicron 29 persen lebih sedikit dibandingkan gelombang infeksi varian Delta.
Di samping itu, Menkes Afrika Selatan juga mengatakan pada 17 Desember lalu kasus rawat inap di negara itu secara signifikan menurun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/omicron-covid-19-varian-omicron.jpg)