INFO CUACA
Cuaca Besok Lingga, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem
Berikut prakiraan cuaca besok di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. BMKG mengingatkan warga waspada cuaca ekstrem.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
Diprakirakan kondisi La Nina Lemah - Moderat akan berlangsung hingga April - Juni 2022.
"Indeks Dipole Mode (DMI) terupdate juga masih bernilai -0.1 dalam kondisi netral. Diprakirakan kondisi negatif cenderung netral hingga Mei 2022. Kondisi tersebut untuk saat ini tidak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia termasuk wilayah Kepulauan Riau," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Arifah Dwi Yuliani, Kamis, (23/12/2021).
Ia menyebutkan, analisis per tanggal 20 Desember 2021 menunjukkan MJO berada dalam kondisi aktif di fase 7.
Baca juga: Cuaca Batam Kepri Hari Ini Masih Berpotensi Hujan, Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter
Baca juga: INFO Cuaca Batam, Waspada Potensi Hujan Lokal hingga Akhir Tahun 2021
Kondisi tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kep. Riau.
"Aliran massa udara di wilayah Indonesia pada dasarian III Desember 2021 berasal dari Angin Monsun Asia yang aktif dimana massa udara dari Samudera Pasifik mulai memasuki wilayah Indonesia khususnya di utara garis ekuator.
Kemudian semakin menguat dengan massa udara berasal dari Samudera Hindia hingga dasarian I Januari 2022.
Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan di wilayah sekitar ekuator, khususnya Pulau Bintan," terangnya.
Untuk prakiraan kelembapan udara lanjutnya, relatif (relative humidity) di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya dasarian III Desember 2021 untuk lapisan permukaan diperkirakan di atas 80 - 90 %.
Untuk lapisan 850 mb dan 700 mb diprakirakan 75% - 90 %.
Kondisi tersebut mengindikasikan cukupnya ketersediaan pasokan uap air di wilayah Pulau Bintan yang dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan
"Untuk peringatan dini yang harus diwaspadai terjadinya hujan sedang - lebat secara tiba-tiba yang dapat disertai petir dan angin kencang serta gelombang laut tinggi akibat munculnya awan Cumulonimbus," ungkapnya.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer pengaruh fenomena cuaca skala global (IOD, dan MJO) kurang berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia bagian barat terutama wilayah Tanjungpinang, Bintan dan sekitarnya.
Sedangkan ENSO yang berada dalam kondisi La Nina Moderat berdampak pada peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia termasuk wilayah Bintan dan Tanjungpinang.
Nilai SST yang masih hangat dengan nilai anomali SST positif dapat meningkatkan pasokan uap air ke atmosfer yang mendukung untuk pertumbuhan awan konvektif signifikan di wilayah Pulau Bintan.
Fenomena cuaca skala lokal berupa adanya belokan angin (shearline) dan pertemuan massa udara (konvergensi) masih dominan terjadi di sekitar Pulau Bintan dan sekitarnya, serta pusaran siklonik yang terjadi di timur dan utara Pulau Bintan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/prakiraan-cuaca-lingga-besok.jpg)