LINGGA TERKINI
Istri Bupati Lingga Lirik Tudung Manto Hingga Batik Lingga, Garap Potensi UMKM
Istri Bupati Lingga mengakui banyak potensi UMKM besar di daerahnya yang belum tergarap dengan maksimal.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Bupati Lingga, Muhammad Nizar dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lingga, Maratusholiha bertemu Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Kepri, Sumiaty Marzuki di Gedung Daerah Daik baru-baru ini.
Maratusholiha sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lingga, memaparkan terkait UMKM dan peluang pengembangan UMKM di Kabupaten Lingga.
Menurutnya, Kabupaten Lingga memiliki potensi UMKM yang besar dan belum tergarap maksimal.
Istri Bupati Lingga ini pun berencana mengangkat khazanah warisan Budaya Tudung Manto dan Batik Lingga.
Tudung Manto sendiri merupakan warisan budaya tak benda (WBTB) nasional asal Kabupaten Lingga, yang ditetapkan pemerintah pusat dan juga sudah ada HAKI-nya dari Kementerian Hukum HAM.
"Saya ingin mempromosikan secara luas agar orang tahu bahwa inilah khazanah warisan budaya kami. Berbagai upaya akan kita lakukan agar ke depannnya Tudung Manto dan Batik Lingga makin eksis,” papar Maratusholiha.
Baca juga: Melihat Warisan Budaya Melayu Tudung Manto, Kemenkumham Mengakui Haknya
Baca juga: Tudung Manto Sah Milik Lingga, Bupati Izinkan Batam dan Daerah Lain Promosi dengan Syarat
Selain itu, ia menyebutkan Dekranasda juga akan menginventarisasi dan mengkaji tentang potensi UMKM hingga tingkat desa.
Dia berharap setiap desa mampu menciptakan produk (one village one product).
Seperti anyaman dari rotan yang bisa berkembang di Desa Kelumu.
Anyaman rotan juga sudah ditetapkan jadi WBTB Indonesia asal Kabupaten Lingga, dan Batik Lingga serta makanan-makan tradisional dan jajanan kekinian berbahan sagu, yang bisa dijadikan oleh-oleh dari Kabupaten Lingga.
Ketua TP PKK ini juga meyakini, bahwa UMKM Kabupaten Lingga akan tumbuh dan tangguh selagi kita terus bekerja keras.
"Kuncinya pada pendataan UMKM yang akurat, mencari solusi permasalahan yang ada dan membuka setiap peluang yang ada," tuturnya.
Pihaknya memanfaatkan kemajuan dunia teknologi informasi dalam pengembangan UMKM secara luar.
"Dunia digital, dunia online jadi peluang," ujarnya.
Sementara itu di tempat yang sama Sekretaris BPPD Kepri, Sumiaty Marzuki menyampaikan bahwa BPPD Kepri mempunyai dua unsur, yakni unsur pengambil kebijakan dan unsur pelaksana.
Baca juga: Ketua Dekranasda Maratusholiha Ingin Tudung Manto Tetap Dilestarikan di Lingga
Baca juga: Hadiri Pengukuhan TP PKK Lingga, Dewi Kumalasari Disambut Tabur Beras Kunyit & Tudung Manto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1409tudung-manto2.jpg)