Breaking News:

Polisi Kejar Tersangka Lain terkait Pengiriman TKI Ilegal, Polda Kepri Ungkap Modusnya

Direskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Jefri sebut pihaknya dalami keterlibatan pelaku lain dalam kasus pengiriman TKI Ilegal yang alami musibah di laut

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
Polisi Kejar Tersangka Lain terkait Pengiriman TKI Ilegal, Polda Kepri Ungkap Modusnya. Foto Direskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Jefri 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dua warga Batam ditangkap polisi terkait pengiriman TKI ilegal yang mengalami kecelakaan boat di perairan Malaysia, 15 Desember 2021 lalu.

Diketahui, dari 64 calon TKI yang berada di boat itu, 21 orang di antaranya ditemukan jadi mayat akibat insiden kapal karam tersebut. Sisanya masih dilakukan pencarian.

Sebelum mengalami kejadian nahas itu, mereka diberangkatkan dari Bintan.

Terbaru, polisi menangkap dua pelaku yang merupakan warga Batam. Yakni Juna Iskandar (39) dan Agus Salim (48).

Mereka disebut-sebut memiliki peran untuk mengumpulkan dan menampung hingga memfasilitasi keberangkatan TKI ilegal itu ke luar negeri.

Dalam aksinya, jaringan pelaku melakukan penipuan terhadap para TKI dengan sejumlah janji.

Di antaranya, para TKI itu dijanjikan akan diberangkatkan secara legal alias resmi.

Ternyata, belakangan mereka diberangkatkan lewat jalur tak resmi alias ilegal.

Padahal, para TKI tersebut sudah menyerahkan sejumlah uang kepada jaringan pelaku. Nilainya mencapai jutaan rupiah.

Baca juga: Perintah Kapolri, Mabes Polri Segel 2 Pelabuhan dan 5 Boat Buntut Insiden TKI Ilegal

Baca juga: Belajar Dari Kapal TKI Ilegal Karam di Malaysia, BP2MI Ajak Warga Tak Tergiur Calo

“PMI kita direkrut dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan saat direkrut mereka menyebutkan akan mengirim para PMI melalui jalur resmi atau legal. Namun setelah tiba di Batam, para PMI justru dikirim melalui jalur ilegal,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Pol Jefri Siagian, Senin (27/12/2021) saat jumpa pers di Rupatama Polda Kepri.

Ia pun menyebut para TKI atau PMI itu sudah dimintai uang.

“Uangnya berperisai, ada yang diminta Rp 4 juta hingga Rp 6 juta. Dan mereka semua sudah bayar,” terang Kombes Jefri.

Ditangkap di 2 Lokasi

Polisi menangkap Juna Iskandar di Kavling Harapan Jaya, Bengkong Sadai. Sedangkan Agus Salim alias Botak ditangkap di kediamannya Perumahan Cendana Batam Center.

Rumah kediamannya itu diketahui sebagai tempat penampungan sementara sebelum para TKI diberangkatkan.

Kombes Pol Jefri Siagian mengatakan, dua tersangka ini merupakan sindikat jaringan.

“Artinya tak menutup kemungkinan ada tersangka lain nantinya. Ini baru permulaan, kita masih dalami, masih proses. Tim kami sudah mengantongi nama-nama yang terlibat,” ungkapnya.

Ia menduga kuat, sindikat penyelundupan TKI secara ilegal dilakukan secara jaringan. Dua orang yang berhasil ditangkap pihaknya hanya sebatas perantara yang memiliki peran menampung hingga mengirim.

Jadi, lanjut Jefri, tersangka melancarkan aksinya dengan modus operandi melakukan penampungan dan pengurusan hingga pemberangkatan keluar negeri tanpa dilengkapi dokumen resmi melalui pelabuhan tikus yang ada di Bintan.

Dari tersangka juga diamankan sejumlah barang bukti, di antaranya tiket pesawat, hanphone dan kendaraan roda dua serta buku tabungan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 81 dan 83 Undang-undang nomor 18 tahun 2017 tentang perdagangan perlindungan pekerja migran Indonesia. Tersangka pun diancam 10 tahun kurungan penjara dan denda Rp 15 miliar.

Sebelumnya pada Senin pagi, Kasubid Penmas Bid Humas Polda Kepri, Kompol Robby membenarkan adanya penangkapan dua terduga pelaku pengiriman TKI itu.

“Dua orang sudah diamankan. Dalam pemeriksaan, rencana akan press release. Akan disampaikan oleh tim. Waktunya nanti saya sampaikan ya,” ujar Robby Senin (27/12/2021) pagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved