Breaking News:

KARIMUN TERKINI

China, Singapura dan Malaysia Pasar Utama, Ekspor Pertanian Sumbang Rp 1,4 Triliun

Bea Cukai menyebut ekspor komoditas gabungan pertanian meningkat 30 persen dibanding tahun 2020, serta menyumbang Rp 1,4 triliun untuk Negara.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
Bea Cukai melepas ekspor komoditas gabungan pertanian di Karimun, Selasa (28/12/2021). Ekspor pertanian menyumbang devisa Negara sebesar 1,4 Triliun pada tahun 2021. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Bea Cukai Kabupaten Karimun melepas ekspor gabungan komoditas pertanian.

Ekspor gabungan terdiri dari 21.250 kilogram kulit kayu, 40 ribu kilogram daging kelapa putih, 2.200 kilogram kerupuk ikan.

Dan 10 ribu kilogram ikan segar tujuan Singapura dan Malayasia produksi PT Pulaumas Morolia.

Dengan begitu, komoditas pertanian masih menjadi sektor primadona dan memberikan sumbangsih yang paling besar terhadap devisa yakni sebesar 1,4 triliun di tahun 2021.

Dalam hal ini, Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) khusus Kepulauan Riau, Ahmad Rofiq.

Baca juga: DATA Lengkap BPS Batam Nilai Ekspor Impor Selama Oktober 2021

Baca juga: Sikap Gubernur Kepri Soal Rencana Proyek Ekspor Listrik bright PLN Batam ke Singapura

Ekspor gabungan komoditas pertanian dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),

"Ekspor komoditas gabungan di tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun 2020 meningkat sebesar 30 persen," ucap Ahmad Rofiq.

Kemudian, hasil ekspor seperti ikan, kulit kayu, dan kelapa akan diekspor ke tiga negara di antaranya, China, Vietnam, dan Filipina.

Sementara, kerupuk khas Moro sudah dipasarkan ke pasar internasional seperti Malaysia dan Singapura.

Ahmad Rofiq menambahkan, dengan kondisi ini akan sangat baik untuk menunjang program pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved