Minggu, 19 April 2026

BERITA CHINA

China Makin Berani Klaim Laut Natuna Utara, Indonesia Gandeng Amerika Serikat

China semakin jemawa mengklaim Laut Natuna Utara sebagai wilayahnya. Ia bahkan berani meminta Indonesia untuk menghentikan aktivitas migas di sana.

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
China makin jemawa soal Laut Natuna Utara. Potret kapal Coast Guard China 5204 akhirnya bergerak keluar ZEE Indonesia di Laut Natuna Utara, Senin (14/9/2020). 

TRIBUNBATAM.id - China semakin berani mengklaim Laut Natuna Utara Indonesia sebagai wilayah teritorialnya.

Otoritas negara pimpinan Xi Jinping itu lewat dipolomatnya bahkan berani mengirim surat kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia.

Dalam surat itu, mereka sebelumnya meminta pemerintah Indonesia menghentikan aktivitas pengeboran minyak dan gas di sana.

Tidak hanya Indonesia, klaim China terhadap hampir seluruh Laut Natuna Utara juga bersinggungan dengan sejumlah negara lain.

Seperti Malaysia, Vietnam, Filipina hingga Brunei Darussalam.

Baca juga: China, Singapura dan Malaysia Pasar Utama, Ekspor Pertanian Sumbang Rp 1,4 Triliun

Baca juga: China Catat Rekor Kasus Covid-19 Sejak Maret 2020, Lockdown Kota Tak Mempan Tekan Corona?

Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) sebelumnya dilaporkan menggelar latihan militer di perairan timur dan selatan Pulau Hainan sejak Rabu (15/12/2021).

Mereka juga dilaporan menggelar latihan perang di Teluk Beibu, atau yang lebih dikenal dengan Teluk Tonkin di Vietnam.

Latihan perang itu merupakan kelanjutan dari latihan serupa di Laut China Selatan pekan lalu yang berlangsung selama beberapa hari.

Menurut PLA Daily, latihan perang oleh Armada Laut Selatan itu meliputi penembakan meriam, perburuan ranjau, operasi helikopter, dan misi penyelamatan.

Amerika Serikat (AS) tak tinggal diam dengan sikap main klaim China itu.

Pemerintahan Joe Biden kerap melemparkan pernyataan hingga sikap yang membuat China meradang.

Mulai dari boikot diplomatik Olimpiade Beijing 2022, kebijakan ekonomi hingga bersikap atas klaim Laut Natuna Utara.

Baca juga: China Pamer Infrastrukturnya, Resmikan Jalan Tol Lintas Gurun Pertama

Baca juga: China - Amerika Serikat Makin Bersitegang, Tiongkok Sebut AS Penyebab Krisis Nuklir Iran

Amerika Serikat bahkan mengirim pesawat mata-mata RC-135W di atas zona larangan masuk yang diklaim oleh otoritas keselamatan maritim China.

Selasa (14/12), pesawat mata-mata itu meninggalkan pangkalan AS di Okinawa dan terbang di dekat garis Pantai Guangdong dan Pulau Hainan dalam patroli yang dinilai ‘sangat cocok’ dengan lokasi latihan perang PLA yang direncanakan.

China mengklaim pengeboran minyak di Laut Natuna Utara melanggar teritorial mereka. Hal ini seiring klaim Beijing terhadap hampir seluruh area Laut China Selatan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved